Pernahkah kalian mengalami sebuah kedilemaan, antara "ya" dan "tidak", antara "lanjut" atau "mundur"?? Sama halnya seperti sebuah koin yang mempunyai 2 buah sisi. Setiap manusia pun mempunyai dua naluri, baik dan/atau buruk. Kenapa aku lebih memilih kata "dan/atau" dibanding kata "dan" "atau" saja. Ya karena kedua naluri tersebut punya potensi yang sama untuk lebih mendominasi. Manakah yang akan lebih mendominasi? Jawabannya ada di dalam diri manusia itu sendiri. Aku pernah bertemu sama seseorang yang mengaku bahwa dirinya bukanlah orang baik. Lalu kutanya mengapa demikian? Dia menjawab "Ya beginilah saya, sudah terlanjur jadi orang yang gak baik". Nah, inilah penyebabnya orang gak mau berubah. Belum apa apa dia sudah menjudge bahwa dirinya bukan orang baik. Padahal setiap manusia berhak untuk berubah, kan?
Kita memang harus mengakui, gak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti pernah membuat kesalahan dalam hidupnya. Trus gimana dong kalo kita udah terjerumus dalam kesalahan itu? Tak perlu khawatir, kawan..
Masih ada Tuhanmu yang Maha Pengampun. Akui semua kesalahanmu di hadapan-Nya, apapun itu, Dia pasti akan mendengarmu. Gak ada kata terlambat untuk bertaubat.
"aku udah nglakuin itu tapi tetep aja gak bakal bisa jadi orang baik".
heyheyhey.. Guys! Siapa juga yang bilang kamu harus jadi orang baik?? Gak ada yang bisa menjamin seseorang itu baik atau buruk. karena indikator baik buruknya manusia di hadapan manusia lain itu gak sama dengan indikator di hadapan Tuhan. Jadi sebagai manusia, kita hanya wajib untuk berusaha menjadi orang baik. Nah yang ini gimana mau berusaha orang belum maju aja udah minder duluan?? Semua orang punya potensi yang sama kok untuk jadi orang baik. ^_^
Masih ada Tuhanmu yang Maha Pengampun. Akui semua kesalahanmu di hadapan-Nya, apapun itu, Dia pasti akan mendengarmu. Gak ada kata terlambat untuk bertaubat.
"aku udah nglakuin itu tapi tetep aja gak bakal bisa jadi orang baik".
heyheyhey.. Guys! Siapa juga yang bilang kamu harus jadi orang baik?? Gak ada yang bisa menjamin seseorang itu baik atau buruk. karena indikator baik buruknya manusia di hadapan manusia lain itu gak sama dengan indikator di hadapan Tuhan. Jadi sebagai manusia, kita hanya wajib untuk berusaha menjadi orang baik. Nah yang ini gimana mau berusaha orang belum maju aja udah minder duluan?? Semua orang punya potensi yang sama kok untuk jadi orang baik. ^_^
Kita ambil suatu contoh misalnya, ada seorang pemuda hendak pulang dari suatu acara, kemudian ia mencari cari sandalnya namun tak ketemu. Yang ia lihat di depannya hanya ada sebuah sandal butut yang sudah tak layak pakai mungkin. Seketika itu dia bingung, satu sisi dia berpikir ingin memakai sandal yang ada di depannya itu sebagai ganti sandalnya yang telah hilang, namun di sisi lain dia takut kalau ternyata sandal butut itu juga ada yang mencari. Kalau saja dia orang yang egois, pastilah sudah ia ambil sandal itu tanpa berpikir panjang. Namun rupanya dia orang yang cukup "teliti", karena ketakutannya mengambil yang bukan miliknya itu lebih besar dibandingkan keegoisannya. Ini salah satu contoh orang yang wara' atau berhati hati dalam bertindak. Makanya tak heran, para Ulama menyarankan kita untuk meninggalkan hal - hal yang syubhat (meragukan). Seperti halnya pemuda tadi yang gak jadi memakai sandal butut itu dan ia justru pulang dengan tak beralas kaki (nyeker-red). Nah, inilah salah satu bentuk usaha kita untuk menjaga diri kita dari bujukan naluri buruk itu.
Apakah cukup sampai disini?? Tidak! yang namanya musuh itu gak akan berhenti menyerang sebelum musuhnya benar - benar terkapar. begitu juga dengan Syetan. Sayangnya di dalam diri setiap manusia biasa seperti kita ini ada sekutu yang bisa dengan mudah dibujuk oleh mereka. Siapakah sekutu itu? Ya, Nafsu kita.. Bicara tentang Nafsu, aku jadi teringat pembicaraan tentang HIKAM kemarin. Sang guru menjelaskan bahwa, Allah SWT merasa kagum kepada manusia biasa yang bisa masuk ke dalam surga meski dengan rantai berat di lehernya. Apa artinya? Rantai berat itu adalah nafsu kita masing - masing, ketika kita bisa menaklukan nafsu kita, maka disitulah ada jalan untuk kita bisa menjadi orang baik. Gak ada salahnya jadi orang baik.. Jangan merasa bangga dengan kata-kata "dari dulu aku emang bukan orang baik, ya beginilah aku" . Hanya para pengecut yang berhenti sebelum berperang. So, Don't judge yourself as a bad person, because You are what you think. Okey Guys! Always be positif thinking.. katakan pada diri kalian di depan cermin "Aku ini orang BAIK".. Semoga bermanfaat ^_^

0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)