Sabtu, 7 September 2013
malam ini, tepat 40 hari wafatnya Magede Nur (nenekku). Dan aku masih tertahan di sini...
sebenarnya sudah sejak keberangkatanku kala itu, aku rencanakan kepulanganku saat moment ini.. Moment dimana hampir seluruh keluarga besar berkumpul di rumah "kuno" yang menjadi saksi bisu perjalanan Almarhumah semasa hidupnya. Malam ini, tahlilan digelar di rumah itu. Bisa kubayangkan betapa ramainya suasana di sana malam ini. Orang berbondong-bondong turut mendoakan beliau. Mulai dari anak, cucu hingga buyutnya tengah berkumpul malam ini di rumah itu. Sementara aku??! Masih saja tertahan di sini..
Karena kerinduan yang sudah mencapai klimaks, aku pun menelpon ke rumah. Benar saja, Ibu bilang, "acara berjalan lancar, yang datang banyak, Alhamdulillah Cay". Aku hanya tertunduk dalam... Rasanya ingin sekali tiba-tiba menghilang dan "clink" sudah sampai di rumah. Tuhaan.. Aku rindu mereka, aku rindu keluargaku..
Gagang telpon pun dialihkan kepada Bapak. Seperti biasa yang ditanya selalu, "pripun Nok? sehat oh nggih?". Namun sebelum itu, aku sudah lebih dulu mengajukan pertanyaan itu kepada beliau. Bapak, tak habis-habisnya membuatku terharu... Saat ku utarakan keinginanku buat mondok nanti selepas wisuda, beliau justru menanggapinya dengan untaian doa untuk putrinya ini.. Rasa rindu bercampur haru tersimpan di "sini".. Ah, sudahlah..
Aku memang manusia biasa... tak berhak atas kuasa apa-apa..
meski telah berencana, tapi tetap Tuhanlah yang menentukan..
Mungkin saja Gusti Allah masih menginginkanku berlama-lama memendam rindu pada keluargaku itu..
Aku yakin, DIA telah menyiapkan waktu terbaik untuk aku berkumpul bersama mereka lagi..
Tuhanku... Jagalah keluargaku selalu.. Pandanglah kami dengan pandangan rahmatmu.. Berkahilah hidup kami.. aamiin..
Teruntuk keluarga besarku di rumah.. Maafkan aku, tak bisa menemuimu..
continue reading Maafkan aku, tak bisa menemuimu..