Pernahkah kalian mengalami sebuah kedilemaan, antara "ya" dan "tidak", antara "lanjut" atau "mundur"?? Sama halnya seperti sebuah koin yang mempunyai 2 buah sisi. Setiap manusia pun mempunyai dua naluri, baik dan/atau buruk. Kenapa aku lebih memilih kata "dan/atau" dibanding kata "dan" "atau" saja. Ya karena kedua naluri tersebut punya potensi yang sama untuk lebih mendominasi. Manakah yang akan lebih mendominasi? Jawabannya ada di dalam diri manusia itu sendiri. Aku pernah bertemu sama seseorang yang mengaku bahwa dirinya bukanlah orang baik. Lalu kutanya mengapa demikian? Dia menjawab "Ya beginilah saya, sudah terlanjur jadi orang yang gak baik". Nah, inilah penyebabnya orang gak mau berubah. Belum apa apa dia sudah menjudge bahwa dirinya bukan orang baik. Padahal setiap manusia berhak untuk berubah, kan?
Kita memang harus mengakui, gak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti pernah membuat kesalahan dalam hidupnya. Trus gimana dong kalo kita udah terjerumus dalam kesalahan itu? Tak perlu khawatir, kawan..


