Recent Posts

Senin, 25 November 2013

Kisah Dua Bocah dan Dua Kantong Uang

Suatu ketika seorang Ayah tengah mewasiatkan sesuatu kepada anak-anaknya.
“Anakku, sebelum aku meninggal. Aku ingin memberi kalian sesuatu. Coba ambilkan dua buah kantong yang ada di atas lemari itu!”
Lalu si bungsu pun bergegas mengambil dua buah kantong yang dimaksud dan menyerahkan kepada ayahnya.
“Dua kantong ini untuk kalian setelah aku meninggal nanti. Di dalamnya berisi uang, satu kantong berisi uang halal dan satunya berisi uang haram.”

pic from bisniskeuangan.kompas.com
Belum sempat melanjutkan kata-katanya, lelaki itu menarik nafas panjang dan akhirnya meninggal dunia. Keesokan harinya, setelah selesai mengurusi jenazah ayahnya, si Sulung pun berinisiatif untuk membagi uang yang diberikan ayahnya. Namun dia tidak ingin uang yang dibagikan itu tercampuri dengan uang haram. Maka dari itu, untuk mengetahui yang mana uang halal dan mana yang haram, Ia melakukan sebuah eksperimen. Dipanggilnya dua anak kecil yang berbeda perangainya. Anak pertama adalah anak yang baik dan sholih, sedangkan anak kedua adalah anak yang nakal dan tidak pernah mau sholat. Ia meyakini bahwa anak kecil yang belum baligh masih terbebas dari dosa sehingga hasil eksperimen nanti lebih objektif.
continue reading Kisah Dua Bocah dan Dua Kantong Uang

Jumat, 15 November 2013

Kekuatan hati seorang wanita (Aku menemukan Khodijah lagi... hehe #GSK)



Masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya tentang “wanita”. Berikut ini saya tuliskan beberapa kisah para wanita kuat yang dapat kita jadikan referensi untuk perbaikan diri. Dua kisah ini saya dapatkan dari Ustadzah Halimah Alaydrus saat kemarin mengisi acara peringatan hari Asyuro di MT Az-Zahra, Kota Tegal. ^_^

Adalah Ummu Sulaim, Ibunda dari sahabat Anas bin Malik. Ketika Anas masih kecil, Ummu Sulaim ditinggal meninggal oleh suaminya. Kemudian saat Nabi hijrah ke Madinah, seluruh masyarakat berlomba-lomba ingin memberikan hadiah kepada Nabi, begitu pula Ummu Sulaim. Setiap malam dia memikirkan apa yang akan dihadiahkan, menurutnya hadiah berupa harta benda itu sudah hal yang biasa. Hadiah ini untuk Sang Nabi, ia ingin memberikan sesuatu yang paling dicintainya. Maka esok harinya dia membawa serta Anas kecil menghadap Nabi. Rupanya dia sudah mengamalkan sebuah kebaikan besar sebagaimana disebutkan  dalam Alqur’an (Q.S Ali Imron:92), “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai...”. Nabi pun mencoba menge-test niatan Ummu Sulaim dengan mengatakan, “jika Anas ini kubawa perang lalu dia terbunuh bagaimana?”. Maka Ummu Sulaim dengan kuat hati menjawab, “Tafadhol yaa Rasulullah.. terserah mau kau apakan anakku ini asal dia selalu bersamamu”. Akhirnya Rosulullah memutuskan untuk menjadikan Anas bin Malik sebagai khadim rumahnya. Begitu kuatnya hati seorang Ibu yang rela memberikan anaknya untuk menjadi abdi Rosulullah. Jaman sekarang malah terkadang ketika seorang anak ingin mencari ilmu di perantauan atau di Pondok Pesantren, yang berat justru Ibunya. Mungkin kisah Ummu Sulaim ini bisa kita jadikan tauladan bagaimana harus rela hati melepaskan anak kita jika suatu saat nanti dia ingin menuntut ilmu di tempat yang jauh. (Masih lama kalii.. heuheu) Tapi memang benar, kebanyakan teman-teman saya yang ingin mondok itu sulit mendapat izin justru dari Ibunya yang merasa berat hati melepas putra/putrinya.
continue reading Kekuatan hati seorang wanita (Aku menemukan Khodijah lagi... hehe #GSK)

WANITA, Awal Sebuah Peradaban Bangsa

"Wanita racun dunia.. karena dia butakan semuaa..." 
(dipopulerkan oleh Band Changcuters)

Mungkin seperti itulah wanita di mata kebanyakan lelaki sekarang. Dia bagaikan racum yang bisa membuat hancur para lelaki. Ada benarnya juga memang, tapi tidak semuanya! Wanita juga bisa jadi madu yang manisnya tak terkalahkan oleh apapun. Dalam islam disebutkan bahwa "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah". Jadi tidak semua wanita adalah racun! Ada baiknya kita lihat dulu wanita seperti apa yang bisa menjadi "madu". 


Merunut pada sejarah wanita sejak jaman pra-islam hingga sekarang, Wanita sudah sepatutnya bersyukur dengan keadaan yang seperti ini. Pada jaman jahiliyah, keberadaan wanita sangat tidak diharapkan. Bahkan tertulis dalam Alqur’an (QS. An-Nahl : 58 ) yang artinya “Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah”. Begitu rendahnya derajat wanita saat itu. Hingga dikisahkan bahwa jaman dahulu saat istri mereka hendak melahirkan, dibuatlah lubang untuk tempat bersalin. Jika dilihat bayinya laki-laki maka diambillah bayi itu, sementara jika didapatinya bayi perempuan maka dipotonglah tali pusarnya dan dikubur hidup-hidup. Naudzubillah min dzalik..
continue reading WANITA, Awal Sebuah Peradaban Bangsa

Sabtu, 09 November 2013

Food or Good?

Dewasa ini kian marak program-program televisi yang menayangkan perihal masak-memasak. Mendewakan cita rasa dan tampilan dari setiap masakan. Siapa yang masakannya paling enak dan menarik, dialah pemenangnya. Namun tahukah Sobat, apa fungsi utama dari sebuah makanan? Makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh kita akan berpengaruh besar terhadap hidup kita. Dari segi kesehatan misalnya, makanan yang dicerna oleh tubuh akan diserap sari-sari nya untuk melancarkan proses metabolisme dalam tubuh. Vitamin, mineral, karbohidrat, protein dan lemak, kesemuanya itu akan digunakan oleh tubuh kita untuk menghasilkan energi agar tubuh kita bisa tetap beraktivitas dengan baik. 
Fungsi utama dari sebuah makanan ini sekarang sudah mulai bergeser. Dengan hadirnya jenis-jenis makanan seperti fast food dan junk food menjadikan aktivitas “makan” yang terpenting adalah rasanya yang enak, tanpa memperhatikan zat gizi apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Apalagi dengan penambahan penyedap rasa (vetsin) atau yang lebih akrab kita sebut micin yang  banyak mengandung MSG (Monosodium Glutamat). Pengalaman pribadi saya, sejak dahulu kalau memasak tidak menggunakan penyedap ini rasanya pasti kurang nendang. Padahal penyedap rasa ini tidak baik untuk tubuh jika digunakan secara berlebihan dan dalam kadar yang tidak sesuai.
continue reading Food or Good?
Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.