Tak ingin bermuluk-muluk dengan keinginan yang menggebu-gebu. Dengan segala prestasi yang menyilaukan mata. Aku memang sudah resmi tercatat sebagai alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Yang kata orang kampus ini kampusnya orang-orang hebat. 23 Oktober 2013 lalu, ketika loncer dipindahkan dari kiri ke kanan, saat janji wisudawan dibacakan, maka sejak saat itulah saya mendedikasikan diri saya menjadi Abdi Negara. Itu sama sekali bukan profesi yang mudah menurut saya, tapi sungguh mulia. Kedudukan seorang abdi memang cenderung berada di bawah, namun loyalitasnya menjadikan seorang abdi menempati posisi istimewa. Menjadi abdi negara adalah tugas besar bagi saya dan kawan-kawan seangkatan. setidaknya melalui profesi inilah diri ini bisa memberikan sumbangsih untuk Negeri tercinta..
continue reading Inginku, Ridhoilah yaa Rabb...
Dan...
sebelum nantinya diri ini disibukkan dengan rutinitas kerja di kantor yang akan menghabiskan separuh lebih waktu kita dalam sehari, aku ingin mencari pengalaman baru.. Mungkin beberapa teman lebih memilih aktivitasnya menunggu saat-saat penempatan dengan cara magang kerja di beberapa perusahaan swasta atau hanya sekadar menghabiskan sisa waktu di rumah. Aku bersama seorang kawanku, punya keinginan yang sama. Kami ingin menghabiskan waktu penantian ini dengan menjadi "abdi pesantren". Ya, menjadi santri adalah salah satu keinginan terbesarku sejak dulu dan baru kali ini lah aku mendapat kesempatan untuk itu. (Semoga Allah meridhoi keinginan kami.. dan semoga ke depannya, kami pun dapat ditempatkan di tempat yang kondusif untuk terus menimba ilmu dan membagikannya.. aamiin)
Setiap orang mempunyai hak untuk menentukan menjadi seperti apa dirinya ke depan, dan setiap pilihan itu ada resikonya. Selamat menjelajah! :-)