Mengantuk.. ngantuuk.. tuuk.. tegluk tegluk...
Fenomena ini sudah sangat akrab dengan
kehidupan para santri, terutama yang mahasiswa. Apalagi saat masih pagi-pagi
buta harus ikut "ngaos". Tak jarang beberapa dari mereka ada yang tak
kuasa menahan rasa kantuk yang seakan membuat mata bertambah 1kg beratnya. Walhasil,
mendengarkan suara ustadznya sama halnya mendengarkan dongeng pengantar tidur. Memang
tak dipungkiri, kegiatan mereka begitu padat setiap harinya. Pagi hari mereka
harus berangkat kuliah, menjalankan kewajiban mereka yang lainnya. Belum juga
sempat beristirahat, se-abreg
kegiatan telah menanti mereka mulai dari ba'da maghrib hingga pukul 10 malam.
Namun aku sangat salut pada semangat mereka untuk tetap belajar ilmu agama
meski sudah duduk di bangku perkuliahan. Kebanyakan dari mereka memang sudah
terbiasa mondok bertahun-tahun, bahkan ada yang sejak kelas 1 SMP sudah tinggal
di pesantren. Di saat remaja seusia mereka sedang asyik latah mengikuti gaya
hidup hedon dengan nongkrong disana sini dan bebas
keluar malam. Tetapi di sini, semua itu hanya sebatas angan saja. Peraturan
pondok mengharuskan para santriwati sudah sampai di pondok sebelum maghrib.
Setelah itu, mereka tidak diizinkan untuk keluar. Hmmm,, itu juga yang sempat
membuatku menyayangkan "sesuatu". Padahal konon katanya, Jogja justru
sangat terkenal dengan suasana malamnya yang eksotis. Ingin sekali merasakan
itu namun lagi-lagi harus kuingat niat awalku hijrah ke Kota Pelajar ini.
Oke, kita lanjut ke topik semula tentang
"mengantuk". Kali ini, aku ingin berbagi trips (trik and tips) tentang cara melawan rasa
kantuk.