Sepanjang minggu ini aku merasa seperti sedang diingatkan
terus tentang “waktu” dan “kematian”. Mulai dari kecelakaan kecil yang kualami
dua hari berturut-turut hingga membuat jalanku sedikit pincang dan juga pesan
singkat dari sebuah grup Whatsapp yang isinya menerangkan bahwa Malaikat Izroil
menjenguk kita setiap 20 menit sekali. Pesan itu kuterima beberapa saat setelah
aku mengalami kecelakaan. Bulu kudukku pun langsung merinding saat membacanya. Seakan
inilah teguran langsung dari Tuhan kepada hamba-Nya yang sering lalai ini.
Kejadian nahas kemarin memberiku beberapa pelajaran tentang singkatnya
kehidupan di dunia. Sebuah “celaka” (atau dalam bahasa Tegalnya disebut blai) merupakan sebuah peringatan bahwa
hidup seseorang bisa saja sirna dalam sekejap mata. Kita tak pernah
membayangkan sebelumnya, pada jam J menit M detik D, akan mengalami kecelakaan
yang bisa saja itu menjadi jalan maut menjemput kita. Begitu mudahnya, bukan?
Sepersekian detik kejadiannya, tapi nyawa kita bisa melayang seketika.
Astaghfirullah...
Aku jadi teringat pesan dari almarhumah Magede Nuriyah
(nenekku tercinta, Allahu yarham). Suatu hari beliau pernah berkata padaku, “Kematian
itu datangnya tiba-tiba dan hanya sekali saja dalam hidup kita. Jika kita
menginginkan akhir yang baik, maka isilah waktumu dengan perbuatan yang baik.
Sebab akhir hayat kita juga bergantung dari kebiasaan kita.
