Recent Posts

Sabtu, 14 Januari 2017

Belajar Mencintai Seperti Khadijah

Seingat saya, dalam pembahasan Uqudullujain, perempuan memang dianjurkan untuk mencari pasangan yg usianya lebih tua. Secara psikologis, hal itu mempertimbangkan usia dewasa perempuan yg cenderung lebih cepat dibanding laki2. Sehingga dengan jarak usia yg terpaut itu, diharapkan tingkat kedewasaan mereka sudah seimbang. Namun,  jangan pula kita lupakan. Ibunda Khadijah dengan Rasulullah saw terpaut usia yg cukup jauh.

Mengapa Allah memilih Siti Khadijah yg dijadikan istri pertamanya Rasulullah saw? Kalau saya boleh berpendapat, itu karena sosok Khadijah yg tangguh dan bijaksana. Khadijah memang disiapkan oleh Allah untuk mendampingi Nabi Muhammad pada masa awal-awal kenabian. Dimana masa itu adalah masa yg sangat berat, penuh perjuangan. Nabi butuh seseorang yg menguatkan dirinya baik secara lahir maupun batin. Kita tentu sudah hafal kisah perjuangan Ibunda Khadijah untuk mendukung suaminya ini. Saat Nabi beruzlah di gua Hira, beliau rela naik turun untuk memastikan kondisi Nabi saw baik-baik saja. Mengirimkan kebutuhan makanan untuk perbekalan suaminya. Tentang bagaimana saat itu Khadijah menenangkan suaminya pasca menerima wahyu yg pertama. Romantis!

Beliau bukan perempuan manja yg ingin selalu ditemani suami. Beliau sosok perempuan berdikari yg justru dengan itulah beliau berhasil memikat hati Sang Nabi. Bahkan sampai setelah wafat pun, Nabi mengakui bahwa cintanya terhadap Khadijah tak pernah sirna. Meski beliau akhirnya menikah lagi dengan perempuan lain. Itu cinta yg bukan tanpa alasan. Nabi begitu mencintai Khadijah sebab Khadijah pun demikian. Beliau mencurahkan cinta yg sangat tulus dari dalam hatinya untuk Sang Nabi.

Cintanya Khadijah didasari karena keyakinannya bahwa Nabi adalah orang baik, calon pemimpin umat. Tanda-tanda kenabiannya sudah diketahui dari saudara Khadijah yg menjadi rahib, Waraqah bin Naufal. Barangkali itulah cinta yg karena Allah. Tidak terikat pada subjek tertentu tapi pada kepribadiannya. Andaikata sosok yg diyakini akan menjadi Nabi itu bukan Muhammad. Mungkin Khadijah akan menikah dengan selain Muhammad. Namun Allah SWT telah memberikan petunjuk yg benar kepada beliau, sehingga perasaan beliau pun menjadi tepat sasaran.

Duhai ibunda... Terima kasih telah memberi contoh kepada kami bagaimana caranya mencintai. Lahaa Alfatihah~

continue reading Belajar Mencintai Seperti Khadijah
Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.