Recent Posts

Selasa, 21 Februari 2017

BALAPAN

Bagi sebagian perempuan, mungkin sering mengalami sensasi "was-was" dikejar tamu bulanan. Seolah-olah sedang balapan. 😅 Guru kami pernah menasehati untuk bersegera menunaikan sholat di awal waktu terutama jika sudah menjelang tanggalnya. Kenapa??? Agar tidak kalah cepat dibanding kedatangan si tamu tersebut. Karena apabila seorang perempuan mendapati haidl pada waktu masuk sholat fardhu, sementara dia belum menunaikan sholat, maka WAJIB baginya untuk mengqodlo sholat tersebut pada saat nanti sudah suci. Istilahnya kita punya "utang sholat". Menurut saya pribadi, konsekuensi ini merupakan sebuah bentuk "hukuman" bagi orang (seperti saya) yg masih sering menunda sholat. Hiks 😢
Ini juga penting untuk diketahui oleh kita (kaum perempuan) agar tidak ada kewajiban yg tertinggal.

Mempunyai utang sholat merupakan sebuah cobaan/penyakit (al-alam= bhs. Arab) bagi si penanggungnya. Guru kami pernah memberikan 'obat' agar terhindar dari penyakit tersebut. Beliau menganjurkan kami untuk mendawamkan dua rakaat Qobliyah Subuh dengan membaca "2 surat Alam". Yaitu Alam Nasyroh (QS. Al-Insyirah) pada rakaat pertama dan Alam Tara (QS. Al-Fiil) pada rakaat kedua. Insyaa Allah diri kita akan terhindar dari segala jenis penyakit baik lahir maupun batin.

Beruntunglah mereka yg Allah jaga dari penyakit tersebut. Namun bagi yg akhirnya terpaksa menanggung utang sholat selama masa haidl,  bersabarlah saudariku. Jangan pernah mengeluh apalagi memprotes ya. Sebab semua terjadi juga karena kehendak-Nya. Berdoa saja, semoga Allah memanjangkan usia kita hingga bisa melunasinya pada saat suci nanti. Karena sungguh, waktu seminggu itu terasa lama lho bagi perempuan untuk menjalani hari-hari tanpa sentuhan air wudhu, sujud maupun qur'an. Semoga Allah senantiasa menjaga lahir batin kita selama menjalani fase itu. Aamiin. Alhamdulillahi 'ala kulli haalin, astaghfirullaha min kulli dzanbin~

Semangat, ladies! 💪😊

#notetomyself
#zonaperempuan

continue reading BALAPAN

Sabtu, 14 Januari 2017

Belajar Mencintai Seperti Khadijah

Seingat saya, dalam pembahasan Uqudullujain, perempuan memang dianjurkan untuk mencari pasangan yg usianya lebih tua. Secara psikologis, hal itu mempertimbangkan usia dewasa perempuan yg cenderung lebih cepat dibanding laki2. Sehingga dengan jarak usia yg terpaut itu, diharapkan tingkat kedewasaan mereka sudah seimbang. Namun,  jangan pula kita lupakan. Ibunda Khadijah dengan Rasulullah saw terpaut usia yg cukup jauh.

Mengapa Allah memilih Siti Khadijah yg dijadikan istri pertamanya Rasulullah saw? Kalau saya boleh berpendapat, itu karena sosok Khadijah yg tangguh dan bijaksana. Khadijah memang disiapkan oleh Allah untuk mendampingi Nabi Muhammad pada masa awal-awal kenabian. Dimana masa itu adalah masa yg sangat berat, penuh perjuangan. Nabi butuh seseorang yg menguatkan dirinya baik secara lahir maupun batin. Kita tentu sudah hafal kisah perjuangan Ibunda Khadijah untuk mendukung suaminya ini. Saat Nabi beruzlah di gua Hira, beliau rela naik turun untuk memastikan kondisi Nabi saw baik-baik saja. Mengirimkan kebutuhan makanan untuk perbekalan suaminya. Tentang bagaimana saat itu Khadijah menenangkan suaminya pasca menerima wahyu yg pertama. Romantis!

Beliau bukan perempuan manja yg ingin selalu ditemani suami. Beliau sosok perempuan berdikari yg justru dengan itulah beliau berhasil memikat hati Sang Nabi. Bahkan sampai setelah wafat pun, Nabi mengakui bahwa cintanya terhadap Khadijah tak pernah sirna. Meski beliau akhirnya menikah lagi dengan perempuan lain. Itu cinta yg bukan tanpa alasan. Nabi begitu mencintai Khadijah sebab Khadijah pun demikian. Beliau mencurahkan cinta yg sangat tulus dari dalam hatinya untuk Sang Nabi.

Cintanya Khadijah didasari karena keyakinannya bahwa Nabi adalah orang baik, calon pemimpin umat. Tanda-tanda kenabiannya sudah diketahui dari saudara Khadijah yg menjadi rahib, Waraqah bin Naufal. Barangkali itulah cinta yg karena Allah. Tidak terikat pada subjek tertentu tapi pada kepribadiannya. Andaikata sosok yg diyakini akan menjadi Nabi itu bukan Muhammad. Mungkin Khadijah akan menikah dengan selain Muhammad. Namun Allah SWT telah memberikan petunjuk yg benar kepada beliau, sehingga perasaan beliau pun menjadi tepat sasaran.

Duhai ibunda... Terima kasih telah memberi contoh kepada kami bagaimana caranya mencintai. Lahaa Alfatihah~

continue reading Belajar Mencintai Seperti Khadijah
Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.