Recent Posts

Jumat, 29 Juni 2012

Skenario Kehidupan


Hari ini aku ingin menulis “sesuatu”,, sesuatu yang sebenarnya setiap orang mampu merasakannya. Hanya saja terkadang “sesuatu” itu tertutupi oleh pekatnya emosi jiwa.
Ya, apakah “sesuatu” itu???
Mari kita review kembali tiap adegan hidup yang pernah kita lalui..
Ketika kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sebenarnya itu sulit buat kita, namun kita terima itu dengan tangan terbuka dan berniat untuk melakukan yang terbaik, itulah AMANAH..
Saat kita mengaharapkan sesuatu hal yang sangat berharga atau istimewa dalam hidup kita, kita sudah memimpikannya sejak dahulu,, kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk meraih itu, namun Allah berkehendak lain, kita justru diberi “sesuatu” yang sama sekali tak kita harapkan, bahkan mungkin kita anggap itu tak berguna bagi kita tau justru merugikan kita.. saat itulah kita butuh yang namanya RIDHO..
Namun dikala dikita sudah bersusah payah mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita sudah berhasil meraihnya, namun suatu saat Allah mengambilnya dari kita.. kita kehilangan apa yang kita usahakan itu… nah, itulah IKHLAS..
Kehidupan sebenarnya hanyalah suatu alur cerita, Siapa sutradaranya?? Sang sutradara sekaligus penulis skenarionya adalah Pemilik kita, Pemilik seluruh alam semesta. Dialah Allah Azza wa jalla..
Kalau diibaratkan, kita di dunia ini hanya sebagai penumpang yang singgah untuk sementara. Hanya seorang tamu yang tak berhak menuntut apa-apa pada si pemilik rumah.. sejatinya itu..
Namun terkadang manusia diselimuti hawa nafsu yang dibisikkan oleh syetan2 laknatullah.. Sehingga setiap hari yang keluar dari mulutnya hanya “mengeluh,,mengeluh dan mengeluh”, jarang ketika kita mendapatkan sesuatu yang tak sesuai harapan lalu kita ucap “Alhamdulillah”.. Kenapa?? Ya, itulah Manusia..
Allah sudah memberikan kita kelebihan dibandingkan dengan makhluk makhluk yang lain untuk apa?? Salah satunya yaitu untuk berpikir, untuk memikirkan apa sih hikmah di balik setiap skenario yang  kita jalankan?? Percayalah kawan,, setiap peristiwa dalam hidup kita, tentu ada hikmah dibalik itu semua.. jangan pernah mengeluh dengan apa yang Allah beri pada kita..
Sungguh kasih saying ALLAH begitu amat besar kepada kita, tanpa kita minta setiap hari Allah bangunkan kita dari tidur lelap, Allah beri kita nikmat bisa menghirup udara segar.. dan masih banyak lagi nikmat Allah yang tak bisa kita hitung berapa jumlahnya.. Maka, apakah pantas, Allah yang begitu saying kepada kita lalu kita eluh- eluhkan??
Coba Anda bayangkan, ketika Anda menyayangi seseorang, kemudian Anda memberikan sesuatu yang menurut Anda bisa membuat orang itu senang, namun apa respon yang didapat.. Orang yang dikasih justru mengeluh, “ah, seharusnya jangan yang ini tapi yang itu”. Bagaimana perasaan Anda??
Ya, bisa terbayangkan bagaimana perasaan Allah, ketika setiap harinya Allah beri nikmat kepada hamba2Nya, sementara apa yang Allah dapat..?? hanya keluhan dan rasa tak terima..
Tapi sungguh sekali lagi,, Allah berbeda dengan kita.. mungkin saat kita memberikan sesuatu kemudian ditolak atau bahkan tak diterima, biasanya kita langsung marah dan tak mau memberi orang itu lagi.. Tapi Allah sekali2 tidak..!! karena sifatnya yang begitu RAHMAN dan RAHIIM.. Allah tak pernah henti2nya memberikan nikmat kepada hambaNya..
“Ah, kalo begitu berarti mau ditolak atau diterima sama aja dong kita ujung2nya juga bakal dapat lagi”
Mungkin sempat terbesit dalam pikiran Anda seperti itu, namun sungguh, kalo saya pribadi berpikiran seperti itu, rasanya sangat MALU,, seperti budak yang tak tau berterimakasih telah dibebaskan tuannya..
sekarang pertanyaan ada pada diri kita.. ketika ada 2 orang yang sama2 berdoa meminta suatu hal yang sama, lalu ternyata hanya seorang saja yang doanya dikabulkan.. maka yang satunya merasa iri dan tidak senang dengan rejeki temannya.. Itu manusiawi, sangat manusiawi..
dimana letak perbedaannya??? Padahal mereka sama2 melakukan ibadah2 khusus agar doanya dikabul.. berarti Allah gak adil dong??
Astaghfirullah,, beristighfarlah jika Anda pernah berpikiran seperti itu..
Segala sesuatu sudah diatur dan ditetapkan oleh ALLAH.. itulah yang namanya takdir..!! Allah punya hak prerogative yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun dlaam menentukan. Namun Allah lagi2 memberi kita akal untuk berpikir..
Tentang sebuah do’a..  ini pengalaman pribadi saya. Saya dapatkan nasihat ini dari inbox teman saya yang dikirim oleh Bapaknya.. “Nak, dalam menggapai cita-cita ingatlah, optimis itu perlu tapi jangan berambisi”
Saat saya baca itu, bak sebuah tamparan hebat yang mendarat di hati saya.. antara kata “optimis” dan “ambisi”, apa bedanya??
Ternyata bedanya terletak pada hati kita,, jika kita terlalu berambisi, maka yang ada nanti yang ada hanya sebuah penyesalan dan rasa tidak terima.. ketika kita sedang berusaha,, ya lakukanlah usaha itu semaksimal kemampuanmu, tapi ingat, jangan berambisi.. Maksudnya adalah, apapun hasil dari usaha kita itu, ya harus kita terima dengan IKHLAS.. meski sangat sulit untuk mempraktekannya.. karena kunci dari sebuah doa adalah IKHLAS, ketika kita ikhlas, maka apapun hasilnya, pasti kita akan ridho dan tak akan mengeluh..
“Lainsyakartum Laaziidannakum, walainkafartum inna ‘adzaabi lasyadiid”
Syukuri nafas kita, syukuri badan kita, syukuri hidup kita...!!!

Apapun yang kita dapat, apapun yang Allah beri dalam hidup kita.. TERIMALAH,, dan carilah hikmah dibalik itu semua, niscaya kita akan menemukan suatu ketentraman yang bisa menjadikan diri kita menjadi pribadi yang IKHLAS dan RIDHO akan ketentuan ALLAH..
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membuka mata hati kita, bahwa hidup itu tak hanya untuk dunia, tapi jauh lebih dari itu adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dengan baik amanah yg telah Allah beri untuk lebih mendekatkan diri padaNya.. Hidup itu amanah, maka jangan pernah menyia-nyiakannya.. ^^

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.