Recent Posts

Selasa, 27 November 2012

berkutat dengan "deadline"


Suatu sore sesaat sebelum kelompok itu bubar, aku menyeletuk satu hal “mau deadline hari apa juga palingan ntar baru dikerjain malamnya, hehehe”. Tak kusangka ternyata celetukan itu membuat mereka keheranan, “wahh, uzi juga gitu ternyata.. gak nyangka”  sambil tertawa terbahak.
Sepenggal percakapan tadi agaknya menimbulkan pertanyaan besar dalam kepalaku, “lho, apa yang salah dengan pernyataanku barusan?”. Apakah semua orang telah terdogma pada proses? Haruskah kita bekerja dalam waktu yang lama kalau bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Bedakan ya, saya bilang “bekerja”. Hemm,, sepertinya menarik untuk mengungkapkan opini tentang hal ini. Hehehe
Terkadang kita sudah biasa mendengar statement  “belajar itu yang penting prosesnya Broo”. Oke, saya setuju dengan pernyataan tersebut. Itu dalam hal “belajar”. 

Menurut kamus besar bahasa indonesia " Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman"
continue reading berkutat dengan "deadline"

Senin, 26 November 2012

QOD KAFAANI, Sebuah syair kepasrahan diri


Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..

Maka doa-doa dan jeritan hatiku sebagai (saksiku atas kefakiranku di hadapan kewibaan-Mu)
Maka demi rahasia kefakiranku (di hadapan kewibaan-Mu) aku selalu memohon (pada-Mu) di saat kemudahan dan kesulitanku
Aku adalah hamba yang kebangganku adalah dalamnya kemiskinanku dan besarnya kebutuhanku pada-Mu

Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..
Wahai Tuhanku wahai yang memiliki diriku, Engkau Maha mengetahui bagaimana keadaanku
Dan dari segala yang memenuhi hatiku dari kegundahan dan kesibukanku hingga terlupakan dari mengingat-Mu
Maka ulurkanlah bagiku kasih sayang dariMu wahai raja dari segenap para raja
Wahai Yang Maha Pemurah Dzatnya, tolonglah aku dengan pertolongan yang datang sebelum sirna kemampuanku dalam bersabar

Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..
Wahai Yang Maha cepat mendatangkan pertolongan, temukan kami dengan pertolonganMu yang mendatangi kami dengan segera
Pertolongan yang merubuhkan segala kesulitan, dan mendatangkan segala yang kami harap harapkan
Wahai yang Maha Dekat, Wahai yang Maha Menjawab segala rintihan, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mendengar
Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku, kerendahan dan keluluhanku

Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..
Aku masih tetap berdiri di gerbangMu, maka kasihanilah aku yang masih terus menunggu
Dan di lembah anugerah kasih sayangMu aku berdiam maka abadikanlah keadaanku ini
Maka bersangka baik padaMu adalah hal yang mesti bagiku, sangka baik atasMU adalah pakaian dan janjiku
Dan hal itulah (sangka baik padaMu) yang menjadi penenangn hatiku dan selalu (sangka baik padaMu) menemaniku sepanjang siang dan malam

Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..
Segala kebutuhan dalam diriku Wahai Penciptaku maka selesaikanlah, Wahai sebaik baik yang menyelesaikan kebutuhan
Dan tenangkanlah ruhku dan sanubariku dari gejolak dan gemuruhnya (nafsu, kemarahan, kesedihan, kebingungan dan penyakit penyakit hati)
Agar hatiku dan ruhku selalu dalam ketentraman dan kedamaian dalam apa yang telah Engkau ridhoi
Maka kegembiraan dan kebahagiaan menjadi keadaanku selalu dan menjadi lambang kehidupanku dan selubung perhiasanku
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui  segala permintaanku dan usahaku..

*Qasidah favoritku, memiliki berbagai kisah dibaliknya. Mungkin bisa kuceritakan sedikit.
continue reading QOD KAFAANI, Sebuah syair kepasrahan diri

Kembalinya masa itu


Assalamu'alaikum wr.wb
Puji syukur tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Dzat yang begitu penyayang, Alhamdulillah... Atas segala nikmat, atas segala anugerah yang tak pernah putus mengalir di setiap nafas kehidupanku.

Setelah metamorfosis yang aku lewati 2 tahun belakangan, setelah selama itu aku bergelimang kemaksiatan yang sudah nyata terlihat, setelah selama itu seluruh tubuhku rasanya dikuasai nafsu, setelah selama itu logika ku hampir lumpuh, setelah selama itu  syetan dengan leluasa mengendalikanku.. Akhirnya sekarang aku dapati masa itu kembali. Hati itu tlah mendekati siap untuk direfreshkan. Masa dimana aku menyadari sedang berada di tengah-tengah para bidadari surga. Mereka, semua saudariku semua sahabatku..
continue reading Kembalinya masa itu

Rabu, 14 November 2012

dibalik Negeri Para Bedebah



Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah
Tetapi setidaknya, Kawan.. di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat



well,, Sahabatku.. kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku membabat habis sebuah novel dalam waktu 2 hari. hahaha.. maklumlah, aku bukan tipe orang yang suka membaca tumpukan lembaran cerita fiksi seperti itu, kalaupun disuruh memilih aku lebih memilih untuk menunggu film nya rilis dan menontonnya bareng temen atau siapa lah. Tapi kali ini beda, guys. Entah aku bedakan dari sudut mananya ya yang jelas novel ini "berbeda". hemmm,, mungkin aku ceritakan dulu darimana asal muasal aku dapatkan novel ini yaa, secara seumur - umur aku gak pernah dengan sengaja ke gramedia mencari buku fiksi atau pun novel. Kalaupun mampir ke gramed paling buat nyari buku religi yang nonfiksi atau sekadar baca - baca aja. hehehe

Yap! novel ini berjudul Negeri Para Bedebah karya penulis ternama Darwis Tere Liye. Darimana datangnya novel ini? kita flash back sebentar pada pertengahan bulan Juli,
continue reading dibalik Negeri Para Bedebah

Senin, 05 November 2012

Jemputan tak terduga

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Sahabat.. sudah seminggu ini rasanya hampir berturut - turut setiap hari aku mendapat berita duka. Ya, kematian memang datangnya tiba - tiba dan gak ada satu orangpun yang bisa meramalkannya. Bila saatnya tlah tiba, maka tak ada daya yang bisa memajukan atau memundurkan.
klimaks dari semua berita ini terjadi pada hari senin, 5 november 2012. Saat baru kubuka beranda Facebook ku, ternyata ada sebuah berita tentang kecelakaan maut di Baturraden yang menewaskan 6 orang, 2 diantaranya adalah mahasiswi FK UNDIP 2011. Rasanya begitu lemas sekali, apalagi saat kubaca tulisan terakhir di blog salah satu korban yaitu (almh) Novilia yang menceritakan tentang "kematian".


setiap detik kita lalui, jemputan itu semakin dekat
"setiap yang bernyawa pasti akan mati" 

begitu firman Allah di dalam Alqur'an.. Rasanya terkuak semua memori tentang perjalanan hidupku, tergambar jelas semua dosa - dosaku. MasyaAllah,, baru kali ini aku merasa begitu merinding, merasa jemputan itu semakin mendekat. Tak kenal waktu, tempat dan usia. Semua punya peluang yang sama.. Namun aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengingat itu semua. semoga dengan kejadian - kejadian ini semakin mengingatkan kita akan datangnya jemputan tak terduga itu.
continue reading Jemputan tak terduga
Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.