Recent Posts

Jumat, 06 Juli 2012

Mengenang aku yang dulu, sebuah metamorfosis kehidupan


Malam Pagi ini, ditemani suara detik jam dinding di kamarku yang menunjukkan pkl 00.45 WIB dan juga suara *emmm* dengkurannya si Lala, adikku. Aku ingin menuliskan sesuatu. Maaf sekali lagi kalo ini adalah tulisan yang gak jelas. Karena ini hasil dari kegalauanku malam ini. Yayaya, memang tak dipungkiri kalau sebenarnya aku masih dalam kegalauan. Move On itu juga butuh proses kaaan dan proses juga butuh waktu, bukaan?? Hehe *alibi*
Mungkin lebih tepatnya, malam ini aku gunakan saja untuk merenungi bagaimana “diriku” di masa yang lalu. Hemm,, itung – itung introspeksi lah, kan sebentar lagi aku beranjak ke umur 19 tahun yang sekaligus bertepatan dengan bulan ramadhan. Hehehe
Ngomong-ngomong soal ulang tahun, tahun kemarin adalah ultahku yang paling unexpected. Sebuah kejutan kecil darinya buatku. Saat itu ramadhan hari ke 6. Keluar kosan dan ternyata udah rame di depan dengan hiasan lilin-lilin dan tulisan. Ummm, mengharukan. But it's just a memories. Sekarang ya sekarang!
06 agustus 2011
Okeh, berlanjut ke perenunganku malam ini. Bermula dari sebuah sms darinya (lagi) yang membuat rasa bersalahku itu mencapai klimaks. Semoga kata maaf yang dia berikan memang tulus dari hatinya untuk memaafkanku. Wowowo.. sudah sudah balik lagi ke topic utama. Merenung..
Merenungi bagaimana aku di masa yang lalu dan masa sekarang. Sungguh jauh berbeda. Bagaikan metamorphosis yang terus berputar. Kalian tau Sob, dulu saat aku SMP kelakuanku seperti anak cowok, bahkan sampai sekarang pun aku masih punya sahabat karib dan mereka kebanyakan cowok.  Lalu beranjak ke SMA. Di masa masa inilah aku mulai berbenah, menata hati menata diri untuk menjadi orang baik dan menjadi “wanita” sebenarnya. Dan Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang – orang yang bisa mengajakku mengenal Tuhanku, ditempatkan di tengah lingkungan yang kondusif untuk mendekati Tuhanku. Sungguh anugerah terbesar aku bisa berada di tengah – tengah mereka, bahkan menjadi bagian dari mereka. Image ku pun saat itu berubah drastis. Dulu waktu SMP, bergaul sama anak cowok adalah hal biasa, guyon dan bercandaan apalagi. Tapi semenjak aku di SMA, gak ada anak cowok yang berani menjahili ku seperti saat aku SMP. Yaiyalah yaa, secara waktu SMP aku belum berjilbab, jadi ya tiap hari rambutku buat mainannya si Mr.Rocy dkk. Ckckck
Ya begitulah sebagian metamorphosis yang pernah aku jalani. Dan aku merasa sangat nyaman dengan keadaanku dulu saat SMA. Dengan aku yang begitu dihargai oleh temen – temen cowokku. Gak ada yang berani mendekatiku apalagi berani memintaku menjadi “pacar”nya. Sungguh, saat itu aku benar –benar merasa terjaga. Allah begitu dekat kurasakan, tak ada waktu untuk memikirkan masalah cowok atau cinta-cintaan yang saat itu menjadi trend di kalangan anak muda seusiaku. Aku benar-benar nyaman dengan status “jomblo” yang kusandang saat itu. Apalagi ada saudari-saudariku yang setia merangkulku, mereka ada disaat aku merasa jauh pada Tuhanku, mereka selalu mengingatkan aku disaat aku lalai. Dan mereka ..ooh.. aku sangat rindu berkumpul dengan mereka..
wajah-wajah yang menyejukkan hati :-)

Dan semuanya berubah semenjak aku lulus SMA. Ya, gak bisa dipungkiri memang, saat kita masuk di dunia baru, kita gak akan bisa membawa serta merta kehidupan lawas kita. Pasti butuh penyesuaian. Namun kurasa penyesuaian yang aku jalani sekarang adalah GAGAL. Bentengku tergoyahkan, aku kehilangan jati diriku. Kuakui aku terlalu ceroboh dan rapuh, kenapa? Karena lingkunganku tak seperti dulu. Dan bodohnya, aku gak bisa mempertahankan prinsipku itu. Inginnya aku menyesal, tapi sudahlah, semua sudah terjadi dan gak ada yang perlu disesali. Allah pasti tau apa hikmah dibalik semua alur hidupku. Aku pernah melewati fase baik dan aku juga pernah melewati fase buruk. Buruk seburuk-buruknya.. Aku malu sama Tuhanku, namun aku berharap Dia akan selalu membimbingku menuju jalan yang benar. Dan memang benar adanya, saat ini Allah sedang menunjukkanku jalan yang benar, Dia mengabulkan semua permintaanku saat aku dilemma. Lalu buat apa sekarang aku bersedih? Bukankah ini yang aku inginkan? :-)
Sejujurnya  aku rindu masa-masa itu. Aku rindu aku yang dulu.. Aku sangat merindukannya.. Meski demikian, ada suatu keganjalan dalam hatiku. Aku merasa dulu aku terlalu menjaga image, dan gak bisa jadi diriku sendiri. Namun kini keadaannya berbeda, yang sekarang aku jalani adalah bagian dari fase metamorphosis dalam hidupku. Dengan image yang baru yang sejauh ini aku juga masih merasa nyaman sih. Hehe, aku merasa menjadi diriku sendiri namun tetap dalam batasnya. Itu yang harus selalu aku pegang dan aku jaga! Aku sangat bersyukur karena di lingkungan baruku ini ternyata masih ada komunitas yang seperti dulu aku rasakan waktu SMA. Masih kutemukan wajah-wajah sejuk di sini. Itulah yang minimal membuatku masih bisa bertahan dengan sisa-sisa amunisi yang kumiliki. *dikira mau perang kali yee :D*. Bukankah kepribadian seseorang itu juga dilihat dari teman-temannya?

Yap! Aku harus berhasil melewati proses ini agar semua berakhir dengan indah. Aku masih punya mimpi, aku masih harus membahagiakan orang tuaku. Aku masih harus membimbing kedua adikku. Dengan segala kesempatan yang Allah berikan padaku saat ini, aku akan manfaatkannya sebaik mungkin. Targetku di usia 19 tahun nanti, aku ingin lebih baik dari usia 18 tahun ku. Lebih baik dalam segala hal, terutama akhlak dan ibadahku. Semoga tercapai.. aamiin
Akhir kata, seperti biasa aku ingin memberi sebuah kata motivasi yang sedikit aku kutip dari Dosen Superku Pak Awfa, kurang lebih seperti ini “kesempatan itu datang tanpa diduga, yang jadi permasalahannya adalah apakah kamu siap atau tidak untuk mengambil kesempatan itu? So, prepare yourself right now! ”. Oke Sob, tak ada kata terlambat untuk merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Keep moving on..! caiyyo ^_^

-dalam kabut malam-

2 komentar:

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.