Recent Posts

Selasa, 03 Juli 2012

Advanced Accounting, Deep Advising


integritas, tak hanya sekadar teori
Hari ini ada mata kuliah Advanced Accounting., itu tandanya hari ini bakal ketemu sama Dosen Superku yang satu itu. Gak seperti biasanya, kali ini sebelum memulai materi Pak Dosen bercerita tentang integritas. Terkait pelaksanaan kuis rabu kemarin yang diadakan dengan system self assessment, kami diberi waktu 2,5 jam buat ngerjain 4 soal itu dengan tanpa diawasi. Ya, namanya juga mahasiswa, pastilah ada acara tanya menanya dan kecurangan-kecurangan lain. Lalu apa tanggapan dari Beliau? Dengan style santainya beliau menjawab, “ya itu sih hak kalian ya mau milih yang mana, sengaja kok saya buat model seperti itu. Toh nanti pas di dunia kerja kalian juga pasti akan dihadapkan dengan kondisi semacam itu. Atasan kalian gak akan mengawasi kalian 24 jam nonstop. Kalian diberi deadline, dan harus melaksanakan tugas dengan baik. Saat kondisi mendesak seperti itu, ya pilihan kalian lah yang menentukan. Integritas kalian benar – benar diuji saat itu”. Sontak semua isi kelas menjadi terdiam.
“kenapa kok jadi pada diem?”. “merenung, Pak”, salah seorang teman nyeletuk. Kemudian beliau melanjutkan, “ kalian bakal bener-bener diuji bukan saat kalian longgar, tapi saat kalian merasa terdesak dan butuh. Kalo abis terima gaji kemudian ada yang nawarin uang gratifikasi ya wajar aja kalo kalian tolak lha wong lagi banyak duit kok. Tapi coba deh, saat kalian dalam kondisi benar-benar krisis keuangan, sementara kebutuhan sana sini mesti dipenuhi, lalu ada yang nawarin uang kaget, apa mungkin kalian bakal menolaknya? Semua itu pilihan, dan kalian lah yang menentukan pilihan itu. Kalo saran saya sih ya, harusnya kalo kalian sempatberpikiran untuk melakukan perbuatan “itu”, cobalah kalian ingat – ingat gimana nanti perasaan orang tua terutama ibu kalian. Ibu yang udah capek capek mendidik dan membesarkan anaknya tapi nyatanya yang dia liat anaknya masuk berita karena ketangkep KPK. Naudzubillah,, pasti bakalan jadi beban buat Ibu kita itu. Jangankan kasus kayak gitu, setiap kalian ujian lalu mengeluh kepadanya, pasti Ibu kalian bakal kepikiran kan, “anak saya gimana ya ujiannya?”. Kekhawatiran itu tak jarang membuat Ibu kita ikut berkorban. Ujung – ujungnya justru beliau yang rajin bangun malam, puasa sunnah hanya untuk mendoakan kesuksesan anaknya. Tapi coba bayangkan kalo kalian menghancurkan harapannya hanya untuk kenikmatan sesaat??” lalu kami kembali merenung..
Tulisan di papan tulis tentang materi chapter 10 “Translation and Remeasurement” pun belum juga dilirik olehnya. Hampir 1 jam waktu kita dihabiskan untuk mendengar wejangan-wejangan dari beliau. Santai tapi begitu mengena.. Dari obrolan tadi Saya dan juga teman-teman saya mungkin jadi berpikir ulang sebenarnya tujuan kita kuliah itu untuk apa sih? Tak hanya untuk mencari nilai atau sekadar menyandang gelar “cumlaude”. Tapi jauh dibalik itu ada nilai-nilai tersendiri yang sebenarnya bisa kita dapatkan di kampus Ali Wardhana ini. Kampus yang sekarang jadi trending topic di bidang korupsi. Kampus yang kata orang jadi “pabriknya para koruptor”, ternyata didalamnya justru menanamkan nilai-nilai integritas yang tak hanya teori tapi juga prakteknya. Kalo kata Pak Amin (dosenku yang dari tadi kita omongin itu lho :-D) kita tuh jadi orang jangan memandang sesuatu hanya dengan mata ikan atau mata ayam, tapi lihatlah dengan mata elang. Kalian tau apa bedanya mata ikan/mata ayam dengan mata elang? Yap! Kalau mata ikan/ayam hanya mengarah ke samping saja, artinya kita hanya memandang dari satu sisi saja. Sementara mata elang, memandang ke segala arah. Kembali lagi deh ke pepatah “don’t judge the book from it’s cover”. Akhirnya kita juga kan yang nantinya akan menentukan jalan hidup kita. Apalagi seperti kami yang nantinya akan bekerja di lingkungan basah yang rentan dengan masalah seperti itu. Pilihan ada di tangan kita, berbuat curang atau tidak itu hak kita, tapi ingat! Melihat dengan mata elang, jangan hanya lihat enaknya aja. Enak sih enak tapi awalnya doing, kalo ujung-ujungnya menetap di bui ya nehi nehi aja yee.. trus ada tuh yang berdalih gini, “itu kan kalo ketahuan, kalo enggak ya gak masalah” Ya emang sih, di dunia ini gak aka nada yang bisa ngawasin gerak gerik kita 100% 24 jam nonstop. Tapi eh tapi.. ingat! Kita juga nantinya bakalan mati, dan nantinya bakal dimintain pertanggungjawaban sama Tuhan. Kalo di dunia sih masih aja ada kemungkinan lolos, tapi kalo udah urusannya sama Tuhan, apa iya masih bisa ngelak dengan berbagai macam alibi?? Hayooo…!!!
Oke lah kalo begitu, sekarang tinggal tentuin pilihan kita masing-masing. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan selalu terjaga dari hal-hal buruk seperti itu tadi. Aamiiiin…
Semoga bermanfaat ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.