![]() |
| integritas, tak hanya sekadar teori |
Hari ini ada mata kuliah Advanced Accounting., itu tandanya
hari ini bakal ketemu sama Dosen Superku yang satu itu. Gak seperti biasanya,
kali ini sebelum memulai materi Pak Dosen bercerita tentang integritas. Terkait
pelaksanaan kuis rabu kemarin yang diadakan dengan system self assessment, kami
diberi waktu 2,5 jam buat ngerjain 4 soal itu dengan tanpa diawasi. Ya, namanya
juga mahasiswa, pastilah ada acara tanya menanya dan kecurangan-kecurangan lain.
Lalu apa tanggapan dari Beliau? Dengan style santainya beliau menjawab, “ya itu
sih hak kalian ya mau milih yang mana, sengaja kok saya buat model seperti itu.
Toh nanti pas di dunia kerja kalian juga pasti akan dihadapkan dengan kondisi
semacam itu. Atasan kalian gak akan mengawasi kalian 24 jam nonstop. Kalian diberi
deadline, dan harus melaksanakan tugas dengan baik. Saat kondisi mendesak
seperti itu, ya pilihan kalian lah yang menentukan. Integritas kalian benar –
benar diuji saat itu”. Sontak semua isi kelas menjadi terdiam.
“kenapa kok jadi
pada diem?”. “merenung, Pak”, salah seorang teman nyeletuk. Kemudian beliau
melanjutkan, “ kalian bakal bener-bener diuji bukan saat kalian longgar, tapi
saat kalian merasa terdesak dan butuh. Kalo abis terima gaji kemudian ada yang
nawarin uang gratifikasi ya wajar aja kalo kalian tolak lha wong lagi banyak
duit kok. Tapi coba deh, saat kalian dalam kondisi benar-benar krisis keuangan,
sementara kebutuhan sana sini mesti dipenuhi, lalu ada yang nawarin uang kaget,
apa mungkin kalian bakal menolaknya? Semua itu pilihan, dan kalian lah yang
menentukan pilihan itu. Kalo saran saya sih ya, harusnya kalo kalian sempatberpikiran
untuk melakukan perbuatan “itu”, cobalah kalian ingat – ingat gimana nanti
perasaan orang tua terutama ibu kalian. Ibu yang udah capek capek mendidik dan
membesarkan anaknya tapi nyatanya yang dia liat anaknya masuk berita karena
ketangkep KPK. Naudzubillah,, pasti bakalan jadi beban buat Ibu kita itu. Jangankan
kasus kayak gitu, setiap kalian ujian lalu mengeluh kepadanya, pasti Ibu kalian
bakal kepikiran kan, “anak saya gimana ya ujiannya?”. Kekhawatiran itu tak
jarang membuat Ibu kita ikut berkorban. Ujung – ujungnya justru beliau yang
rajin bangun malam, puasa sunnah hanya untuk mendoakan kesuksesan anaknya. Tapi
coba bayangkan kalo kalian menghancurkan harapannya hanya untuk kenikmatan
sesaat??” lalu kami kembali merenung..
Tulisan di papan tulis tentang materi chapter 10 “Translation
and Remeasurement” pun belum juga dilirik olehnya. Hampir 1 jam waktu kita
dihabiskan untuk mendengar wejangan-wejangan dari beliau. Santai tapi begitu
mengena.. Dari obrolan tadi Saya dan juga teman-teman saya mungkin jadi
berpikir ulang sebenarnya tujuan kita kuliah itu untuk apa sih? Tak hanya untuk
mencari nilai atau sekadar menyandang gelar “cumlaude”. Tapi jauh dibalik itu
ada nilai-nilai tersendiri yang sebenarnya bisa kita dapatkan di kampus Ali
Wardhana ini. Kampus yang sekarang jadi trending topic di bidang korupsi. Kampus
yang kata orang jadi “pabriknya para koruptor”, ternyata didalamnya justru
menanamkan nilai-nilai integritas yang tak hanya teori tapi juga prakteknya.
Kalo kata Pak Amin (dosenku yang dari tadi kita omongin itu lho :-D) kita tuh
jadi orang jangan memandang sesuatu hanya dengan mata ikan atau mata ayam,
tapi lihatlah dengan mata elang. Kalian tau apa bedanya mata ikan/mata ayam
dengan mata elang? Yap! Kalau mata ikan/ayam hanya mengarah ke samping saja,
artinya kita hanya memandang dari satu sisi saja. Sementara mata elang,
memandang ke segala arah. Kembali lagi deh ke pepatah “don’t judge the book
from it’s cover”. Akhirnya kita juga kan yang nantinya akan menentukan jalan
hidup kita. Apalagi seperti kami yang nantinya akan bekerja di lingkungan basah
yang rentan dengan masalah seperti itu. Pilihan ada di tangan kita, berbuat
curang atau tidak itu hak kita, tapi ingat! Melihat dengan mata elang, jangan
hanya lihat enaknya aja. Enak sih enak tapi awalnya doing, kalo ujung-ujungnya
menetap di bui ya nehi nehi aja yee.. trus ada tuh yang berdalih gini, “itu kan
kalo ketahuan, kalo enggak ya gak masalah” Ya emang sih, di dunia ini gak aka
nada yang bisa ngawasin gerak gerik kita 100% 24 jam nonstop. Tapi eh tapi..
ingat! Kita juga nantinya bakalan mati, dan nantinya bakal dimintain
pertanggungjawaban sama Tuhan. Kalo di dunia sih masih aja ada kemungkinan
lolos, tapi kalo udah urusannya sama Tuhan, apa iya masih bisa ngelak dengan
berbagai macam alibi?? Hayooo…!!!
Oke lah kalo begitu, sekarang tinggal tentuin pilihan kita
masing-masing. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan selalu terjaga dari
hal-hal buruk seperti itu tadi. Aamiiiin…
Semoga bermanfaat ^_^

0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)