Mungkin lebih tepatnya, malam ini aku gunakan saja untuk
merenungi bagaimana “diriku” di masa yang lalu. Hemm,, itung – itung introspeksi
lah, kan sebentar lagi aku beranjak ke umur 19 tahun yang sekaligus bertepatan dengan
bulan ramadhan. Hehehe
Ngomong-ngomong soal ulang tahun, tahun kemarin adalah
ultahku yang paling unexpected. Sebuah kejutan kecil darinya buatku. Saat itu ramadhan hari ke 6. Keluar kosan dan ternyata udah rame di
depan dengan hiasan lilin-lilin dan tulisan. Ummm, mengharukan. But it's just a
memories. Sekarang ya sekarang!
Okeh, berlanjut ke perenunganku malam ini. Bermula dari
sebuah sms darinya (lagi) yang membuat rasa bersalahku itu mencapai klimaks.
Semoga kata maaf yang dia berikan memang tulus dari hatinya untuk memaafkanku. Wowowo..
sudah sudah balik lagi ke topic utama. Merenung..
![]() |
| 06 agustus 2011 |
Merenungi bagaimana aku di masa yang lalu dan masa sekarang.
Sungguh jauh berbeda. Bagaikan metamorphosis yang terus berputar. Kalian tau
Sob, dulu saat aku SMP kelakuanku seperti anak cowok, bahkan sampai sekarang
pun aku masih punya sahabat karib dan mereka kebanyakan cowok. Lalu beranjak ke SMA. Di masa masa inilah aku
mulai berbenah, menata hati menata diri untuk menjadi orang baik dan menjadi “wanita”
sebenarnya. Dan Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang – orang yang bisa
mengajakku mengenal Tuhanku, ditempatkan di tengah lingkungan yang kondusif untuk
mendekati Tuhanku. Sungguh anugerah terbesar aku bisa berada di tengah – tengah
mereka, bahkan menjadi bagian dari mereka. Image ku pun saat itu berubah drastis.
Dulu waktu SMP, bergaul sama anak cowok adalah hal biasa, guyon dan bercandaan
apalagi. Tapi semenjak aku di SMA, gak ada anak cowok yang berani menjahili ku
seperti saat aku SMP. Yaiyalah yaa, secara waktu SMP aku belum berjilbab, jadi
ya tiap hari rambutku buat mainannya si Mr.Rocy dkk. Ckckck
Ya begitulah sebagian metamorphosis yang pernah aku jalani. Dan
aku merasa sangat nyaman dengan keadaanku dulu saat SMA. Dengan aku yang begitu
dihargai oleh temen – temen cowokku. Gak ada yang berani mendekatiku apalagi
berani memintaku menjadi “pacar”nya. Sungguh, saat itu aku benar –benar merasa
terjaga. Allah begitu dekat kurasakan, tak ada waktu untuk memikirkan masalah
cowok atau cinta-cintaan yang saat itu menjadi trend di kalangan anak muda
seusiaku. Aku benar-benar nyaman dengan status “jomblo” yang kusandang saat
itu. Apalagi ada saudari-saudariku yang setia merangkulku, mereka ada disaat
aku merasa jauh pada Tuhanku, mereka selalu mengingatkan aku disaat aku lalai. Dan
mereka ..ooh.. aku sangat rindu berkumpul dengan mereka..
![]() |
| wajah-wajah yang menyejukkan hati :-) |
Dan semuanya berubah semenjak aku lulus SMA. Ya, gak bisa
dipungkiri memang, saat kita masuk di dunia baru, kita gak akan bisa membawa
serta merta kehidupan lawas kita. Pasti butuh penyesuaian. Namun kurasa
penyesuaian yang aku jalani sekarang adalah GAGAL. Bentengku tergoyahkan, aku
kehilangan jati diriku. Kuakui aku terlalu ceroboh dan rapuh, kenapa? Karena lingkunganku
tak seperti dulu. Dan bodohnya, aku gak bisa mempertahankan prinsipku itu.
Inginnya aku menyesal, tapi sudahlah, semua sudah terjadi dan gak ada yang
perlu disesali. Allah pasti tau apa hikmah dibalik semua alur hidupku. Aku
pernah melewati fase baik dan aku juga pernah melewati fase buruk. Buruk
seburuk-buruknya.. Aku malu sama Tuhanku, namun aku berharap Dia akan selalu
membimbingku menuju jalan yang benar. Dan memang benar adanya, saat ini Allah
sedang menunjukkanku jalan yang benar, Dia mengabulkan semua permintaanku saat
aku dilemma. Lalu buat apa sekarang aku bersedih? Bukankah ini yang aku
inginkan? :-)
Sejujurnya aku rindu
masa-masa itu. Aku rindu aku yang dulu.. Aku sangat merindukannya.. Meski
demikian, ada suatu keganjalan dalam hatiku. Aku merasa dulu aku terlalu
menjaga image, dan gak bisa jadi diriku sendiri. Namun kini keadaannya berbeda,
yang sekarang aku jalani adalah bagian dari fase metamorphosis dalam hidupku. Dengan
image yang baru yang sejauh ini aku juga masih merasa nyaman sih. Hehe, aku merasa
menjadi diriku sendiri namun tetap dalam batasnya. Itu yang harus selalu aku
pegang dan aku jaga! Aku sangat bersyukur karena di lingkungan baruku ini ternyata masih ada komunitas yang seperti dulu aku rasakan waktu SMA. Masih kutemukan wajah-wajah sejuk di sini. Itulah yang minimal membuatku masih bisa bertahan dengan sisa-sisa amunisi yang kumiliki. *dikira mau perang kali yee :D*. Bukankah kepribadian seseorang itu juga dilihat dari teman-temannya?
Yap! Aku harus berhasil melewati proses ini agar semua berakhir dengan
indah. Aku masih punya mimpi, aku masih harus membahagiakan orang tuaku. Aku
masih harus membimbing kedua adikku. Dengan segala kesempatan yang Allah
berikan padaku saat ini, aku akan manfaatkannya sebaik mungkin. Targetku di
usia 19 tahun nanti, aku ingin lebih baik dari usia 18 tahun ku. Lebih baik
dalam segala hal, terutama akhlak dan ibadahku. Semoga tercapai.. aamiin
Akhir kata, seperti biasa aku ingin memberi sebuah kata
motivasi yang sedikit aku kutip dari Dosen Superku Pak Awfa, kurang lebih
seperti ini “kesempatan itu datang tanpa diduga, yang jadi permasalahannya
adalah apakah kamu siap atau tidak untuk mengambil kesempatan itu? So, prepare
yourself right now! ”. Oke Sob, tak ada kata terlambat untuk merubah diri
menjadi pribadi yang lebih baik. Keep moving on..! caiyyo ^_^
-dalam kabut malam-


hahaha..aku melu ngguyu bae lah..ckckck
BalasHapusloh bisane mung ngguyu Mas?? wagu nemen ya tulisane..? :'(
BalasHapus