Recent Posts

Rabu, 07 Januari 2015

Gara Gara Ijo



Semakin beranjak dewasa, aku memang jadi semakin gandrung dengan warna hijau. Segala hal yang berwarna “ijo” selalu saja menarik perhatianku. Apapun itu. Sampai pernah waktu itu aku dan beberapa kawan perempuanku sedang mengkhayal tentang warna gaun pengantin, saat mereka tanya padaku, sontak mereka menebak sendiri, “Ijoooo… Mesti ijooo!” Hahaha aku hanya tertawa melihat ekspresi mereka saat itu.
Mengenai warna hijau ini, aku sendiri tak ingat betul kapan tepatnya aku mendeklarasikan diri menjadi penggemar warna hijau. Karena dahulu, aku sendiri masih bingung jika ditanya “apa warna kesukaanmu?” Kebanyakan orang menilai dari warna dominan pakaian-pakaian yang kupakai. Saat itu, aku lebih sering mengenakan warna netral seperti hitam, coklat dan terutama abu-abu. Seakan menggambarkan kondisi psikisku yang masih labil saat itu. Heuheu
Seiring berjalannya waktu dan beranjaknya usiaku, aku jadi lebih cenderung menyukai warna hijau. Meski tak mesti kukenakan sendiri warna itu, tapi setiap kali melihat sesuatu yang berwarna hijau, hatiku terasa adem ayem tentrem. Ini efek utama yang aku rasakan dari warna ini. Mungkin karena hijau itu menjadi simbol nature atau kealamiahan. Tak hanya itu, konon warna hijau juga merupakan warna surga. Ya, entah benar atau tidak, yang jelas sejak saat itulah aku mulai kesengsem pada warna yang satu ini.
Kegandrunganku terhadap warna hijau ternyata juga menular pada Ibuku. Diam-diam beliau juga menaruh hati pada warna yang sekarang menjadi kesukaan anaknya ini. Bahkan waktu rumah kami baru saja direnovasi bagian dapur dan kamar mandinya. Kalian tahu apa warna cat yang dipilihkan untuk melapisi dinding dapur dan kamar mandi kami? Yap! Tepat sekali. Tak lain dan tak bukan adalah IJO. Kata Ibuku, “biar adem rasanya”. Dan, yang lucu lagi dari cerita hijauku ini adalah saat Ibuku berbelanja perabot rumah tangga. Mulai dari ember, gayung, tempat sabun, gantungan baju, tutup gelas, baskom sampai tempat bumbu dapur pun semuanya bernuansa hijau. Sampai-sampai penjualnya pun keheranan saat itu. Ibuku ngeyel mintanya yang serba hijau. “Bu, Muslimat e kayong kraket nemen (Bu, Muslimat-nya seperti nempel sekali)”, begitu komentarnya. Ya sebagian orang mungkin sudah tahu, seragam Muslimat (organisasi perempuan di NU) kan berwarna hijau dan NU juga identik dengan warna hijau. Jadi saking gandrung-nya dengan warna hijau, Organisasi NU pun sampai dibawa-bawa.
Yang terakhir ini kami sempat memperbincangkan tentang rencana pembelian motor baru. (Alhamdulillaah)
Saat ditanya, “Nanti mau warna apa milihnya?”
Yasudah kujawab saja, “..."
Ah, tentu kalian sudah bisa menebaknya :-D

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.