Semakin beranjak dewasa, aku memang jadi semakin gandrung dengan warna hijau. Segala hal
yang berwarna “ijo” selalu saja menarik perhatianku. Apapun itu. Sampai pernah
waktu itu aku dan beberapa kawan perempuanku sedang mengkhayal tentang warna
gaun pengantin, saat mereka tanya padaku, sontak mereka menebak sendiri,
“Ijoooo… Mesti ijooo!” Hahaha aku hanya tertawa melihat ekspresi mereka saat
itu.
Mengenai warna hijau ini, aku sendiri tak ingat betul kapan
tepatnya aku mendeklarasikan diri menjadi penggemar warna hijau. Karena dahulu,
aku sendiri masih bingung jika ditanya “apa warna kesukaanmu?” Kebanyakan orang
menilai dari warna dominan pakaian-pakaian yang kupakai. Saat itu, aku lebih
sering mengenakan warna netral seperti hitam, coklat dan terutama abu-abu.
Seakan menggambarkan kondisi psikisku yang masih labil saat itu. Heuheu
Seiring berjalannya waktu dan beranjaknya usiaku, aku jadi
lebih cenderung menyukai warna hijau. Meski tak mesti kukenakan sendiri warna
itu, tapi setiap kali melihat sesuatu yang berwarna hijau, hatiku terasa adem
ayem tentrem. Ini efek utama yang aku rasakan dari warna ini. Mungkin karena
hijau itu menjadi simbol nature atau
kealamiahan. Tak hanya itu, konon warna hijau juga merupakan warna surga. Ya,
entah benar atau tidak, yang jelas sejak saat itulah aku mulai kesengsem pada
warna yang satu ini.
Kegandrunganku terhadap warna hijau ternyata juga menular
pada Ibuku. Diam-diam beliau juga menaruh hati pada warna yang sekarang menjadi
kesukaan anaknya ini. Bahkan waktu rumah kami baru saja direnovasi bagian dapur
dan kamar mandinya. Kalian tahu apa warna cat yang dipilihkan untuk melapisi
dinding dapur dan kamar mandi kami? Yap! Tepat sekali. Tak lain dan tak bukan
adalah IJO. Kata Ibuku, “biar adem rasanya”. Dan, yang lucu lagi dari cerita
hijauku ini adalah saat Ibuku berbelanja perabot rumah tangga. Mulai dari
ember, gayung, tempat sabun, gantungan baju, tutup gelas, baskom sampai tempat
bumbu dapur pun semuanya bernuansa hijau. Sampai-sampai penjualnya pun
keheranan saat itu. Ibuku ngeyel mintanya
yang serba hijau. “Bu, Muslimat e kayong
kraket nemen (Bu, Muslimat-nya seperti nempel sekali)”, begitu komentarnya.
Ya sebagian orang mungkin sudah tahu, seragam Muslimat (organisasi perempuan di NU) kan
berwarna hijau dan NU juga identik dengan warna hijau. Jadi saking gandrung-nya dengan warna hijau,
Organisasi NU pun sampai dibawa-bawa.
Yang terakhir ini kami sempat memperbincangkan tentang
rencana pembelian motor baru. (Alhamdulillaah)
Saat ditanya, “Nanti mau warna apa milihnya?”
Yasudah kujawab saja, “..."
Ah, tentu kalian sudah bisa menebaknya :-D
0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)