"Wanita racun dunia.. karena dia butakan semuaa..."
(dipopulerkan oleh Band Changcuters)
Mungkin seperti itulah wanita di mata kebanyakan lelaki sekarang. Dia bagaikan racum yang bisa membuat hancur para lelaki. Ada benarnya juga memang, tapi tidak semuanya! Wanita juga bisa jadi madu yang manisnya tak terkalahkan oleh apapun. Dalam islam disebutkan bahwa "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah". Jadi tidak semua wanita adalah racun! Ada baiknya kita lihat dulu wanita seperti apa yang bisa menjadi "madu".
Keadaan berubah setelah Nabi
Muhammad saw datang dengan membawa ajaran agama islam. Beliau pernah bersabda
dalam sebuah hadistnya, “barang siapa
mempunyai tiga orang anak perempuan yang dijaga dan dibesarkan dengan baik,
maka anak-anak tersebut akan menjadi penghalang orang tuanya dari api neraka”.
Sejak keluarnya hadist tersebut, kebiasaan membunuh anak perempuan sudah tidak ada lagi. Justru mereka merasa sangat bahagia saat mendengar kabar istrinya
melahirkan anak perempuan. Islam begitu indah dalam mengatur peradaban masyarakat
saat itu. Hingga saat sekarang ini, keberadaan wanita sangat dihargai.
Wanita adalah “tiang”
Dalam sebuah hadist Rosulullah saw menyatakan bahwa “Wanita adalah tiang negara, jika baik
wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula
negaranya”. Jujur saat mendengar kalimat itu, batin ini seakan menjerit
menyadari bahwa tugas kita sebagai wanita ternyata juga tidak ringan. Negara menjadi
taruhannya. Sebab dari para wanita inilah akan lahir para pemimpin dan penerus
bangsa di masa yang akan datang. Nasib bangsa ini tidak semata bergantung pada
seperti apa pemimpin/penguasa negaranya, tetapi lebih pada bagaimana keadaan
kaum wanitanya.
Tahukah Sahabat, mengapa Nabi
mengumpamakan wanita sebagai sebuah “tiang”? bukan pintu, atap atau jendela?
Sebuah bangunan bisa berdiri kuat karena ada pondasi utamanya yaitu berupa
tiang. Jika tiangnya rapuh, maka bangunan tersebut juga akan mudah ambruk. Nabi
memberikan perumpamaan wanita sebagai tiang, karena wanita lah yang akan menjadi
penopang kehidupan. Jangan dianggap kegiatan wanita hanya sebatas mengurusi
rumah tangga saja. Sadarilah, keberlangsungan negara ini pun berawal dari
sebuah “Rumah Tangga”. Saya sangat mengapresiasi mereka (kaum lelaki) yang
dapat memahami betul hakikat seorang wanita. Mereka tak akan menganggap apa
yang dilakukan seorang istri (wanita) di dalam rumah hanya sebatas “aktivitas”
yang tak menghasilkan uang. Pengabdian seorang istri tak bisa digantikan dengan
uang! Berapa pun besar nilai uang tersebut.
Berawal dari kehidupan sebuah
keluarga, wanita berperan sebagai sandaran bagi keluarganya. Maka itu wanita
harus mempunyai hati yang kuat yang tidak mudah rapuh diterjang problematika rumah
tangga. Layaknya sebuah bangunan, terkadang tiangnya tak terlalu tampak dari
luar namun ia tetap ada untuk menopang bangunan tersebut. Begitu juga seorang
wanita, tak perlu ia memperlihatkan kekuatannya pada orang lain. Ia berada di
belakang sebagai sumber kekuatan. Sebagai sebuah tiang, yang paling penting
adalah kekuatannya. Wanita tidak harus menyibukkan dirinya dengan memoles
tampilan luarnya, tetapi harusnya ia lebih memperhatikan ke dalam hatinya.
Sudah seberapa kuatkah ia untuk menopang? Maka dari itu, wanita dituntut untuk
pintar dan cerdas. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, “Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin
dan muslimah”. Wanita juga harus terus belajar dan memperbaiki kualitas
dirinya sehingga ia bisa mendidik putra putrinya nanti dengan benar. Mencari
ilmu agar kita mengerti bagaimana harusnya kita berjalan di atas bumi Allah
sebagai hamba-Nya. Sehingga nantinya akan lahir dari dalam rahim kita putra putri yang
mampu membangun bangsanya tanpa melupakan hakikatnya sebagai seorang hamba.
“Berjuanglah sesuai kemampuan dalam
bidangmu masing-masing. Dengan terus berusaha memperbaiki kualitas diri,
sejatinya kita (wanita) juga sedang berjuang untuk membangun bangsa ini”
Semoga bermanfaat ~~
Afwan”
BalasHapusDalam sebuah hadist Rosulullah saw menyatakan bahwa “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.
Saya belum menemukan riwayat Hadits ini, selain merupakan perkataan ahli hikmah saja.
Mohon dapat di share riwayat hadits dimaksud.
Jazakallooh khoir atas bantuannya.
Wassalaam