Recent Posts

Senin, 25 November 2013

Kisah Dua Bocah dan Dua Kantong Uang

Suatu ketika seorang Ayah tengah mewasiatkan sesuatu kepada anak-anaknya.
“Anakku, sebelum aku meninggal. Aku ingin memberi kalian sesuatu. Coba ambilkan dua buah kantong yang ada di atas lemari itu!”
Lalu si bungsu pun bergegas mengambil dua buah kantong yang dimaksud dan menyerahkan kepada ayahnya.
“Dua kantong ini untuk kalian setelah aku meninggal nanti. Di dalamnya berisi uang, satu kantong berisi uang halal dan satunya berisi uang haram.”

pic from bisniskeuangan.kompas.com
Belum sempat melanjutkan kata-katanya, lelaki itu menarik nafas panjang dan akhirnya meninggal dunia. Keesokan harinya, setelah selesai mengurusi jenazah ayahnya, si Sulung pun berinisiatif untuk membagi uang yang diberikan ayahnya. Namun dia tidak ingin uang yang dibagikan itu tercampuri dengan uang haram. Maka dari itu, untuk mengetahui yang mana uang halal dan mana yang haram, Ia melakukan sebuah eksperimen. Dipanggilnya dua anak kecil yang berbeda perangainya. Anak pertama adalah anak yang baik dan sholih, sedangkan anak kedua adalah anak yang nakal dan tidak pernah mau sholat. Ia meyakini bahwa anak kecil yang belum baligh masih terbebas dari dosa sehingga hasil eksperimen nanti lebih objektif.


Kemudian ia mengambil sejumlah uang dari kantong 1 dan diberikan kepada anak pertama sedangkan anak kedua diberikan sejumlah uang dari kantong 2. Jika memang uang tersebut adalah uang haram, niscaya uang tersebut akan digunakan untuk hal yang sia-sia. Begitu pula sebaliknya, jika memang uang tersebut uang halal niscaya akan digunakan untuk hal yang bermanfaat. Dan benar saja hasilnya, si anak pertama menggunakan uang tersebut untuk bermain playstation hingga ia melalaikan sholatnya. Sementara si anak kedua yang biasanya nakal, ia justru menggunakan uang tersebut untuk membeli peci dan sarung yang digunakannya untuk sholat. Dari hasil tersebut, diperoleh sebuah kesimpulan sementara yaitu kantong 1 berisi uang haram dan kantong 2 berisi uang halal. Namun karena tak ingin gegabah dalam mengambil kesimpulan, akhirnya dilakukan pengujian yang kedua untuk lebih meyakinkan lagi. Kali ini keadaan dibalik, anak pertama diberikan uang dari kantong 2 dan sebaliknya anak kedua diberikan uang dari kantong 1. Ternyata hasilnya pun berbeda. Anak pertama menggunakan uangnya untuk membeli Alqur’an sementara anak kedua menggunakannya untuk bermain games. Akhirnya setelah melakukan dua kali pengujian, mereka merasa yakin bahwa uang yang halal itu berada di kantong 2. Mereka pun membagikan uang yang ada di kantong 2 secara adil. Sementara uang yang haram, mereka simpan dan dikembalikan ke tempat semula.

Dari kisah ini, kita mendapat sebuah pelajaran bahwa “Sesuatu yang halal, akan dapat membawa kita menuju kebaikan dan ibadah, sementara sesuatu yang haram akan membawa kita pada sebuah keburukan dan kemaksiatan”. Termasuk juga uang, pakaian atau bahkan makanan. Halal-haramnya akan sangat berpengaruh kepada diri kita. Halal atau haram di sini tidak hanya berupa lahirnya saja, tetapi juga dari asal-usul mendapatkannya. Daging babi sudah jelas haram tetapi Nasi yang tadinya halal juga bisa menjadi haram jika didapatkan dengan cara mencuri. Di sinilah kita dapat belajar untuk lebih hati-hati lagi dalam melangkah. Semoga Allah senantiasa membimbing dan meneguhkan hati kita untuk terus berjalan di dalam jalan keridhoan-Nya. Aamiin 


Semoga bermanfaat ~~

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.