Suatu ketika seorang Ayah tengah
mewasiatkan sesuatu kepada anak-anaknya.
“Anakku, sebelum aku meninggal.
Aku ingin memberi kalian sesuatu. Coba ambilkan dua buah kantong yang ada di
atas lemari itu!”
Lalu si bungsu pun bergegas
mengambil dua buah kantong yang dimaksud dan menyerahkan kepada ayahnya.
“Dua kantong ini untuk kalian
setelah aku meninggal nanti. Di dalamnya berisi uang, satu kantong berisi uang
halal dan satunya berisi uang haram.”
![]() |
| pic from bisniskeuangan.kompas.com |
Belum sempat melanjutkan
kata-katanya, lelaki itu menarik nafas panjang dan akhirnya meninggal dunia.
Keesokan harinya, setelah selesai mengurusi jenazah ayahnya, si Sulung pun
berinisiatif untuk membagi uang yang diberikan ayahnya. Namun dia tidak ingin
uang yang dibagikan itu tercampuri dengan uang haram. Maka dari itu, untuk
mengetahui yang mana uang halal dan mana yang haram, Ia melakukan sebuah
eksperimen. Dipanggilnya dua anak kecil yang berbeda perangainya. Anak pertama
adalah anak yang baik dan sholih, sedangkan anak kedua adalah anak yang nakal
dan tidak pernah mau sholat. Ia meyakini bahwa anak kecil yang belum baligh
masih terbebas dari dosa sehingga hasil eksperimen nanti lebih objektif.
Kemudian ia mengambil sejumlah
uang dari kantong 1 dan diberikan kepada anak pertama sedangkan anak kedua
diberikan sejumlah uang dari kantong 2. Jika memang uang tersebut adalah uang
haram, niscaya uang tersebut akan digunakan untuk hal yang sia-sia. Begitu pula
sebaliknya, jika memang uang tersebut uang halal niscaya akan digunakan untuk
hal yang bermanfaat. Dan benar saja hasilnya, si anak pertama menggunakan uang
tersebut untuk bermain playstation hingga ia melalaikan sholatnya. Sementara si
anak kedua yang biasanya nakal, ia justru menggunakan uang tersebut untuk
membeli peci dan sarung yang digunakannya untuk sholat. Dari hasil tersebut,
diperoleh sebuah kesimpulan sementara yaitu kantong 1 berisi uang haram dan
kantong 2 berisi uang halal. Namun karena tak ingin gegabah dalam mengambil
kesimpulan, akhirnya dilakukan pengujian yang kedua untuk lebih meyakinkan
lagi. Kali ini keadaan dibalik, anak pertama diberikan uang dari kantong 2 dan
sebaliknya anak kedua diberikan uang dari kantong 1. Ternyata hasilnya pun
berbeda. Anak pertama menggunakan uangnya untuk membeli Alqur’an sementara anak
kedua menggunakannya untuk bermain games. Akhirnya setelah melakukan dua kali
pengujian, mereka merasa yakin bahwa uang yang halal itu berada di kantong 2. Mereka
pun membagikan uang yang ada di kantong 2 secara adil. Sementara uang yang haram,
mereka simpan dan dikembalikan ke tempat semula.
Dari kisah ini, kita mendapat
sebuah pelajaran bahwa “Sesuatu yang
halal, akan dapat membawa kita menuju kebaikan dan ibadah, sementara sesuatu
yang haram akan membawa kita pada sebuah keburukan dan kemaksiatan”.
Termasuk juga uang, pakaian atau bahkan makanan. Halal-haramnya akan sangat
berpengaruh kepada diri kita. Halal atau haram di sini tidak hanya berupa
lahirnya saja, tetapi juga dari asal-usul mendapatkannya. Daging babi sudah
jelas haram tetapi Nasi yang tadinya halal juga bisa menjadi haram jika
didapatkan dengan cara mencuri. Di sinilah kita dapat belajar untuk lebih
hati-hati lagi dalam melangkah. Semoga Allah senantiasa membimbing dan meneguhkan
hati kita untuk terus berjalan di dalam jalan keridhoan-Nya. Aamiin
Semoga bermanfaat ~~

0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)