Recent Posts

Sabtu, 09 November 2013

Food or Good?

Dewasa ini kian marak program-program televisi yang menayangkan perihal masak-memasak. Mendewakan cita rasa dan tampilan dari setiap masakan. Siapa yang masakannya paling enak dan menarik, dialah pemenangnya. Namun tahukah Sobat, apa fungsi utama dari sebuah makanan? Makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh kita akan berpengaruh besar terhadap hidup kita. Dari segi kesehatan misalnya, makanan yang dicerna oleh tubuh akan diserap sari-sari nya untuk melancarkan proses metabolisme dalam tubuh. Vitamin, mineral, karbohidrat, protein dan lemak, kesemuanya itu akan digunakan oleh tubuh kita untuk menghasilkan energi agar tubuh kita bisa tetap beraktivitas dengan baik. 
Fungsi utama dari sebuah makanan ini sekarang sudah mulai bergeser. Dengan hadirnya jenis-jenis makanan seperti fast food dan junk food menjadikan aktivitas “makan” yang terpenting adalah rasanya yang enak, tanpa memperhatikan zat gizi apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Apalagi dengan penambahan penyedap rasa (vetsin) atau yang lebih akrab kita sebut micin yang  banyak mengandung MSG (Monosodium Glutamat). Pengalaman pribadi saya, sejak dahulu kalau memasak tidak menggunakan penyedap ini rasanya pasti kurang nendang. Padahal penyedap rasa ini tidak baik untuk tubuh jika digunakan secara berlebihan dan dalam kadar yang tidak sesuai.
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa MSG ini berbahaya bagi tubuh manusia namun ada juga penelitian yang membantah hal itu. MSG tidak berbahaya jika dikonsumsi sesuai kadarnya. Nah, kadar yang seperti apa yang kita terapkan, sementara masing-masing orang mempunyai kadar yang berbeda-beda. Ada yang mengkonsumsi banyak MSG tetap sehat dan ada juga yang baru sedikit mengkonsumsi sudah terganggu kesehatannya. Dalam hal ini WHO telah memberikan rekomendasinya dalam sidang CODEX ALIMENTARY COMISSION (CAC) pada tahun 1970 yang menyebutkan bahwa MSG merupakan bahan makanan sehari-hari dan dapat dikonsumsi dalam sehari paling banyak 6mg/kg berat badan tubuh kita. Itu artinya jika berat badan kita 50 kg maka tidak baik mengkonsumsi MSG lebih dari 0,3 gram dalam sehari. Coba bayangkan 0,3 gram itu sebanyak apa? Jika dipikir ulang, lebih baik sekalian saja kita hindari konsumsi MSG ini. Mari beralih menuju gaya hidup sehat tanpa MSG! *langsung dikeroyok sama produsennya*
Tapi memang benar Sobat, mengkonsumsi makanan tidak harus yang enak. Yang terpenting adalah makanan itu sehat bergizi dan bisa bermanfaat bagi tubuh kita. Bukankah tujuan utama kita makan adalah agar tubuh kita mendapat energi sehingga bisa kuat menjalankan Ibadah kepada Tuhan? Selipkanlah niat itu setiap kali kita hendak menyantap makanan. ^_^
Jika kita mau menelusuri lebih lanjut tentang jenis-jenis penyakit, maka akan kita temui fakta bahwa penyebab utama penyakit adalah pola hidup yang tidak sehat terutama berasal dari makanannya. Para ahli gizi pun banyak yang menyatakan bahwa “kamu adalah apa yang kamu makan”. Dalam ajaran agama islam kita dilarang untuk mengkonsumsi daging binatang buas. Mengapa demikian? Karena sifat dan watak yang ada pada diri binatang buas tersebut bisa beralih ke dalam tubuh kita melalui dagingnya yang kita makan. Daging tersusun dari berbagai otot yang di dalamnya mengalir darah. Darah binatang buas itu akan mengalir pula ke dalam tubuh kita setelah kita konsumsi. Itulah mengapa islam memberikan larangan itu. Sebetulnya ada banyak hal yang masih tersembunyi yang seharusnya bisa kita kaji lebih lanjut dan Islam telah mengatur semuanya secara rapi bahkan untuk masalah sekecil ini.
Makanan juga ada kalanya perlu kita batasi. Lagi-lagi Islam telah mengaturnya dengan sangat baik. Islam mengajarkan kita untuk berpuasa. Begitu pula Kanjeng Nabi Muhammad yang hadistnya sudah sangat populer, “Makanlah ketika sudah lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Kalau kata Cak Nun, Tubuh kita perlu dimatikan sejenak agar nantinya bisa muncul kekuatan yang lebih. Cara mematikannya yaitu dengan berpuasa. Ketika berpuasa, tidak ada asupan makanan ke dalam sel-sel tubuh kita itu menyebabkan sel-sel kita mati sementara. Namun setelah itu dia justru akan menghidupkan dirinya sendiri dengan menghasilkan kekuatan yang lebih lagi. Subhanallah ^_^

Perhatikanlah apa yang kamu makan, tentang halal-haramnya dan tentang baik-buruknya. Makanan bukan segalanya namun segalanya bisa berawal dari makanan.

Semoga bermanfaat ~~

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.