Fungsi utama dari sebuah makanan ini sekarang sudah mulai bergeser. Dengan
hadirnya jenis-jenis makanan seperti fast
food dan junk food menjadikan
aktivitas “makan” yang terpenting adalah rasanya yang enak, tanpa memperhatikan
zat gizi apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Apalagi dengan penambahan penyedap
rasa (vetsin) atau yang lebih akrab kita sebut micin yang banyak mengandung
MSG (Monosodium Glutamat). Pengalaman pribadi saya, sejak dahulu kalau
memasak tidak menggunakan penyedap ini rasanya pasti kurang nendang. Padahal penyedap rasa ini tidak
baik untuk tubuh jika digunakan secara berlebihan dan dalam kadar yang tidak
sesuai.
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa MSG ini berbahaya bagi tubuh
manusia namun ada juga penelitian yang membantah hal itu. MSG tidak berbahaya
jika dikonsumsi sesuai kadarnya. Nah, kadar yang seperti apa yang kita
terapkan, sementara masing-masing orang mempunyai kadar yang berbeda-beda. Ada
yang mengkonsumsi banyak MSG tetap sehat dan ada juga yang baru sedikit
mengkonsumsi sudah terganggu kesehatannya. Dalam hal ini WHO telah memberikan
rekomendasinya dalam sidang CODEX ALIMENTARY COMISSION (CAC) pada tahun 1970 yang
menyebutkan bahwa MSG merupakan bahan makanan sehari-hari dan dapat dikonsumsi dalam
sehari paling banyak 6mg/kg berat badan tubuh kita. Itu artinya jika berat
badan kita 50 kg maka tidak baik mengkonsumsi MSG lebih dari 0,3 gram dalam
sehari. Coba bayangkan 0,3 gram itu sebanyak apa? Jika dipikir ulang, lebih baik
sekalian saja kita hindari konsumsi MSG ini. Mari beralih menuju gaya hidup
sehat tanpa MSG! *langsung dikeroyok sama produsennya*
Tapi memang benar Sobat, mengkonsumsi makanan tidak harus
yang enak. Yang terpenting adalah makanan itu sehat bergizi dan bisa bermanfaat
bagi tubuh kita. Bukankah tujuan utama kita makan adalah agar tubuh kita
mendapat energi sehingga bisa kuat menjalankan Ibadah kepada Tuhan? Selipkanlah
niat itu setiap kali kita hendak menyantap makanan. ^_^
Jika kita mau menelusuri lebih lanjut tentang jenis-jenis
penyakit, maka akan kita temui fakta bahwa penyebab utama penyakit adalah pola hidup
yang tidak sehat terutama berasal dari makanannya. Para ahli gizi pun banyak
yang menyatakan bahwa “kamu adalah apa
yang kamu makan”. Dalam ajaran agama islam kita dilarang untuk mengkonsumsi
daging binatang buas. Mengapa demikian? Karena sifat dan watak yang ada pada
diri binatang buas tersebut bisa beralih ke dalam tubuh kita melalui dagingnya
yang kita makan. Daging tersusun dari berbagai otot yang di dalamnya mengalir
darah. Darah binatang buas itu akan mengalir pula ke dalam tubuh kita setelah
kita konsumsi. Itulah mengapa islam memberikan larangan itu. Sebetulnya ada
banyak hal yang masih tersembunyi yang seharusnya bisa kita kaji lebih lanjut
dan Islam telah mengatur semuanya secara rapi bahkan untuk masalah sekecil ini.
Makanan juga ada kalanya perlu kita batasi. Lagi-lagi Islam
telah mengaturnya dengan sangat baik. Islam mengajarkan kita untuk berpuasa.
Begitu pula Kanjeng Nabi Muhammad yang hadistnya sudah sangat populer, “Makanlah
ketika sudah lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Kalau kata Cak Nun, Tubuh
kita perlu dimatikan sejenak agar nantinya bisa muncul kekuatan yang lebih. Cara
mematikannya yaitu dengan berpuasa. Ketika berpuasa, tidak ada asupan makanan
ke dalam sel-sel tubuh kita itu menyebabkan sel-sel kita mati sementara. Namun
setelah itu dia justru akan menghidupkan dirinya sendiri dengan menghasilkan
kekuatan yang lebih lagi. Subhanallah ^_^
Perhatikanlah apa yang kamu makan, tentang halal-haramnya dan tentang
baik-buruknya. Makanan bukan segalanya namun segalanya bisa berawal dari
makanan.
Semoga bermanfaat ~~
0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)