Mengantuk.. ngantuuk.. tuuk.. tegluk tegluk...
Fenomena ini sudah sangat akrab dengan
kehidupan para santri, terutama yang mahasiswa. Apalagi saat masih pagi-pagi
buta harus ikut "ngaos". Tak jarang beberapa dari mereka ada yang tak
kuasa menahan rasa kantuk yang seakan membuat mata bertambah 1kg beratnya. Walhasil,
mendengarkan suara ustadznya sama halnya mendengarkan dongeng pengantar tidur. Memang
tak dipungkiri, kegiatan mereka begitu padat setiap harinya. Pagi hari mereka
harus berangkat kuliah, menjalankan kewajiban mereka yang lainnya. Belum juga
sempat beristirahat, se-abreg
kegiatan telah menanti mereka mulai dari ba'da maghrib hingga pukul 10 malam.
Namun aku sangat salut pada semangat mereka untuk tetap belajar ilmu agama
meski sudah duduk di bangku perkuliahan. Kebanyakan dari mereka memang sudah
terbiasa mondok bertahun-tahun, bahkan ada yang sejak kelas 1 SMP sudah tinggal
di pesantren. Di saat remaja seusia mereka sedang asyik latah mengikuti gaya
hidup hedon dengan nongkrong disana sini dan bebas
keluar malam. Tetapi di sini, semua itu hanya sebatas angan saja. Peraturan
pondok mengharuskan para santriwati sudah sampai di pondok sebelum maghrib.
Setelah itu, mereka tidak diizinkan untuk keluar. Hmmm,, itu juga yang sempat
membuatku menyayangkan "sesuatu". Padahal konon katanya, Jogja justru
sangat terkenal dengan suasana malamnya yang eksotis. Ingin sekali merasakan
itu namun lagi-lagi harus kuingat niat awalku hijrah ke Kota Pelajar ini.
Oke, kita lanjut ke topik semula tentang
"mengantuk". Kali ini, aku ingin berbagi trips (trik and tips) tentang cara melawan rasa
kantuk.
Mungkin bagi sebagian orang mengkonsumsi minuman yang mengandung
kafein, seperti kopi, dapat dengan ampuh menghilangkan kantuk. Namun tahukah
kawan, terlalu sering mengkonsumsi kopi juga tidak baik bagi tubuh. Pernah
merasa gak? semakin sering seseorang minum kopi saat mengantuk semakin tubuhnya
kebal terhadap efek kafein dalam kopi tersebut. Ini berasal dari pengalaman pribadiku
karena dulu hampir setiap hari aku minum kopi (jadi maniak kopi) dan akhirnya
sekarang kalau mengantuk sudah tidak mempan lagi diusir pakai kopi. Tapi tenang
saja, agaknya ada cara lain yang masih bisa ditempuh tanpa menggunakan kopi.
Berikut ini trips nya:
1. Kenali rasa kantukmu
Mengantuk itu
tentu ada sebabnya. Bisa karena kurang tidur atau memang karena penyakit.
Sebelum melawannya, kita harus mengidentifikasi dulu “kira-kira ngantuknya kita itu karena apa?”. Setelah mengetahui
sebabnya, langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan meminimalisir
penyebab tersebut. Misalnya mengantuk karena tidur terlalu malam bahkan pagi,
maka usahakan tidurnya lebih awal. Namun terkadang kebiasaan jam tidur itu juga
bisa memperngaruhi kemampuan tubuh kita untuk terjaga. Para dokter menyarankan
untuk tidur cukup sehari 7-8 jam bagi orang dewasa. Menurut saya itu terlalu
berlebihan, bisa jadi 1/3 umur kita habis untuk tidur saja. Apalagi jika
kegiatan kita padat dan memakan banyak waktu. Nah, kebiasaan jam tidur ini bisa
kita atur dan kita latih. Tentu tidak mudah awalnya, tapi jika sudah menjadi
suatu rutinitas, tidur hanya 3-4 jam pun tubuh sudah bisa merasa segar kembali.
2. Mandi sebelum subuh
Kebiasaan ini
ternyata juga merupakan salah satu sunnah Rasulullah. Sudah banyak penelitian
yang menerangkan tentang manfaat mandi sebelum subuh ini. Selain membuat tubuh
menjadi segar, juga sedikit banyak dapat membuat mata kita terbuka lebih lebar.
Bahkan kebiasaan ini juga sudah dijadikan terapi bagi para pecandu narkoba di
beberapa Lapas. Jika ingin melakukannya, jangan lupakan juga niatnya.
3. Benahi niat mandinya
Mandi, jika kita
niatkan untuk hal-hal baik maka nilainya tidak hanya sebatas mengguyurkan air
ke tubuh saja. Lebih dari itu. Berdasarkan pengalaman pribadiku dan ini pun
baru aku alami selama di pesantren. Kebiasaan tidur malamku itu dari jam 24.00
s.d 03.30. Awalnya sangat berat sekali untuk bangun. Tapi dengan tekad dan niat
yang kuat akhirnya aku paksakan diri untuk bangun dan langsung mandi. Ternyata
efeknya lumayan, biasanya setelah subuh tidur lagi tapi sekarang tidak. Niatnya
kurang lebih seperti ini, “Ya Allah aku niat mandi ini agar hilang rasa
kantukku sehingga aku bisa konsentrasi dan tidak tidur setelah subuh”. Tapi
memang terbukti lho kawan, segala sesuatu tergantung niatnya. Dan justru niat
itulah yang akan menguatkan.
4. Sering-sering berwudhu
Ketika rasa
kantuk datang menyergap. Tak usah ambil pusing, langsung bangkit dan ambillah
wudhu. Jangan tinggalkan sunnah Nabi untuk ber-instinsyak (menghirup air lewat
hidung). Rasanya memang sangat pedih, tapi setelah itu rasa kantuk seketika
hilang. Maka itu, teruslah perbaharui wudhu kita.
Itulah beberapa
trips ku tentang “mengantuk”. Meski hanya sedikit, semoga bisa membawa manfaat.
Sadarilah bahwa mengantuk adalah bagian dari nafsu. Sedangkan nafsu itu selalu
membawa kepada keburukan. Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah
untuk melawan rasa kantuk. Mintalah selalu pertolongan dari-Nya, karena segala
sesuatu itu terjadi atas kehendak-Nya. Termasuk mengantuk ini, pun untuk
menghilangkannya.
"Nikmatnya tidur itu justru saat kita mengantuk" ^_^
Semoga
bermanfaat ~
wah, ngantuk jeng? aku juga haha. kayane ta aku ng pondokan bertahan anjog seminggu maximal,,,wkwkw
BalasHapuslumayan nih buat bahan kajian untuk lebih insom... hehe
BalasHapus@herwin : haha kan belum dicoba Win. siapa tau justru kerasan di sini :D
BalasHapus@zies: boleh2 monggo.. hehehe