Recent Posts

Kamis, 16 Januari 2014

Perkara Darah #1 "Pentingnya Wanita Paham Bersuci"

Woman is complicated!

Wanita hidup dengan berbagai kodratnya. Salah satunya yaitu setiap bulannya wanita mengalami menstruasi. Memang benar, wanita itu rumit. Tapi justru dengan segala kerumitannya itulah yang menjadikan wanita begitu istimewa. Sebagai seorang wanita muslim, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk menjaga kesucian. Bagaimana kita mau beribadah jika tidak dalam keadaan suci? Padahal salah satu syarat sahnya ibadah adalah "suci dari hadast dan najis". Karena begitu pentingnya masalah bersuci (Thaharah) ini hingga dalam beberapa -bahkan hampir semua- kitab Fiqih, yang pertama kali dibahas adalah masalah "Thaharah". 
pic from majalah.hidayatulloh.com
Bersuci di sini tidak hanya sekadar bersih dari kotoran yang kasat mata saja. Melainkan juga harus bersih dari segala najis dan juga hadast. Najis sendiri ada dua macam, yaitu Najis Hukmiyah (yang tidak tampak mata contohnya kencing yang sudah mengering) dan Najis 'Ainiyah (yang tampak mata).
Dalam mensucikan kedua macam najis ini pun berbeda caranya. Untuk Najis Hukmiyah, cara mensucikannya cukup diciprati atau diguyur dengan air selama bentuk fisik (bau dan warna) najis sudah tidak terlihat. Sedangkan untuk najis 'ainiyah, maka sebelum mengguyurnya dengan air harus terlebih dahulu kita hilangkan bentuk fisik dari najis tersebut. Perhatikan! Jangan langsung kita guyur sementara najisnya masih ada! Kebanyakan orang yang tidak mengetahui masalah bersuci ini dengan mudahnya menghilangkan najis dengan cara seperti itu. Itu SALAH KAPRAH! Yang ada bukan menjadi suci, justru malah menyebar semua najisnya. Bersuci juga tidak hanya terhindar dari najis saja, melainkan juga dari hadast. Maka di sinilah pentingnya kita belajar ilmu Fiqih terutama masalah Thaharah.Terutama bagi kaum hawa, masalah Thaharah ini menjadi kunci sahnya ibadah kita. Coba bayangkan, setiap bulan badan kita dalam keadaan hadast besar (haidl). Hadast ini lebih abstrak daripada najis, karena tidak dapat kita ketahui kecuali oleh orang yang bersangkutan sendiri. Misalkan kita sudah punya wudhu, lalu kita mengeluarkan gas dari lubang dubur, maka kita sudah dinamakan berhadast kecil. Nah, Hadast dibagi menjadi dua macam, yaitu hadast kecil dan hadast besar. Hadast kecil -seperti yang sudah dicontohkan sebelumnya- dapat dihilangkan dengan cara berwudhu. Sedangkan yang termasuk hadast besar adalah haid dan junub. Untuk menghilangkan hadast besar ini hanya dapat dilakukan dengan cara mandi besar. Mandi besar pun ada rukun-rukunnya yang harus dipenuhi. Yang paling utama adalah niat. Tanpanya, mandi besar kita tak bernilai apa-apa. Niat mandi besar kurang lebih seperti ini, "Nawaitu al-ghusla li rof'i al-hadasti al-akbar fardhu lillahi ta'ala" (Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta'ala).

So Ladies,, jangan pernah menganggap sepele masalah bersuci ini. Yuk! bareng-bareng kita belajar tentang ilmu Fiqih terutama yang berkaitan dengan wanita. Karena wanita itu rumit, sehingga penyelesaian setiap masalahnya pun tak bisa dianggap mudah. Itu tadi baru sekelumit permasalahan yang dihadapi wanita. Padahal sudah menjadi rahasia umum kalau wanita itu hidup dengan segudang masalah. Dan masalah "darah" inilah yang saya rasa penting untuk kita bahas. Karena berdasarkan pengamatan terhadap teman-teman perempuan saya, mayoritas mereka tidak begitu concern terhadap masalah yang berkaitan dengan darah ini. Mereka menganggap "bulanan" (mengeluarkan darah setiap bulan) adalah suatu kewajaran dan peristiwa alamiah semata. Padahal darah juga ada bermacam-macam, tidak hanya haidl saja. Untuk menghukumi haidl pun ada syarat-syaratnya, jadi tidak semua darah yang keluar dari farji wanita itu bisa serta-merta kita sebut haidl. Maka berhati-hatilah!

Cukup sekian dulu Part 1-nya, lain waktu segera kita sambung pada pembahasan berikutnya. Insya-a Allah

Semoga bermanfaat ~~

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.