QOD KAFAANI, Sebuah syair kepasrahan diri
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
Maka doa-doa dan jeritan hatiku sebagai (saksiku atas kefakiranku di hadapan kewibaan-Mu)
Maka demi rahasia kefakiranku (di hadapan kewibaan-Mu) aku selalu memohon (pada-Mu) di saat kemudahan dan kesulitanku
Aku adalah hamba yang kebangganku adalah dalamnya kemiskinanku dan besarnya kebutuhanku pada-Mu
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
Wahai Tuhanku wahai yang memiliki diriku, Engkau Maha mengetahui bagaimana keadaanku
Dan dari segala yang memenuhi hatiku dari kegundahan dan kesibukanku hingga terlupakan dari mengingat-Mu
Maka ulurkanlah bagiku kasih sayang dariMu wahai raja dari segenap para raja
Wahai Yang Maha Pemurah Dzatnya, tolonglah aku dengan pertolongan yang datang sebelum sirna kemampuanku dalam bersabar
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
Wahai Yang Maha cepat mendatangkan pertolongan, temukan kami dengan pertolonganMu yang mendatangi kami dengan segera
Pertolongan yang merubuhkan segala kesulitan, dan mendatangkan segala yang kami harap harapkan
Wahai yang Maha Dekat, Wahai yang Maha Menjawab segala rintihan, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mendengar
Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku, kerendahan dan keluluhanku
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
Aku masih tetap berdiri di gerbangMu, maka kasihanilah aku yang masih terus menunggu
Dan di lembah anugerah kasih sayangMu aku berdiam maka abadikanlah keadaanku ini
Maka bersangka baik padaMu adalah hal yang mesti bagiku, sangka baik atasMU adalah pakaian dan janjiku
Dan hal itulah (sangka baik padaMu) yang menjadi penenangn hatiku dan selalu (sangka baik padaMu) menemaniku sepanjang siang dan malam
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
Segala kebutuhan dalam diriku Wahai Penciptaku maka selesaikanlah, Wahai sebaik baik yang menyelesaikan kebutuhan
Dan tenangkanlah ruhku dan sanubariku dari gejolak dan gemuruhnya (nafsu, kemarahan, kesedihan, kebingungan dan penyakit penyakit hati)
Agar hatiku dan ruhku selalu dalam ketentraman dan kedamaian dalam apa yang telah Engkau ridhoi
Maka kegembiraan dan kebahagiaan menjadi keadaanku selalu dan menjadi lambang kehidupanku dan selubung perhiasanku
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku..
*Qasidah favoritku, memiliki berbagai kisah dibaliknya. Mungkin bisa kuceritakan sedikit.
pertama Saat itu tanggal 3 Agustus 2010, tepat hari dimana USM STAN diumumkan. Dan hanya itulah satu-satunya harapanku buat kuliah, karena sebelumnya aku telah melepas kesempatanku berkuliah di Universitas lain demi menunggu kepastian STAN ini. Hari itu menjadi hari paling menegangkan, tidak hanya untukku tapi juga untuk orang tua dan keluargaku. Pagi hari nya aku belum tertarik untuk membuka link nya, "ah, palingan lagi sibuk kan banyak yang buka". akhirnya selepas Sholat Dhuhur aku gunakan kesempatan terakhir untuk meminta. "Ya Rabb, tinggal beberapa detik lagi aku akan mengetahui pengumuman itu, kuharap hasilnya tak mengecewakan". Sebelumnya memang sudah kuberi pengertian kepada Ibu Bapakku, bahwa kalo aku gak lolos berarti terpaksa tidak kuliah tahun ini. Alhamdulillah, mereka berdua sudah mengikhlaskan dan meridhoi..
Aku menyendiri di dalam kamar, dengan khulasoh yang kupegang erat sambil kubacakan Qasidah ini versi burdah. Tak sadar airmata mengalir begitu saja.. Mungkin karena mendengar geraman anaknya dari dalam kamar, Ibu ku pun mengintip dari pintu kamar yang aku tau terbuka sedikit. Subhanallah, selesai aku baca Qasidah ini, HP ku berbunyi tanda sms masuk, dari temanku ternyata yang bilang gini "Uzi selamat ya, kamu lolos USM STAN". Hati berbunga campur aduk serasa tak percaya, aku langsung bergegas menuju komputer yang memang sudah dihidupkan, pasang modem dan kulihat ada namaku disitu. Agustina Fauziyah, tercatat sebagai mahasiswi Diploma III Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Puji Syukur langsung kuteriakkan, rasanya lemas sekali. Aku pun hanyut di pelukan Ibuku. Hangat dalam derai airmata haru bahagia.. Alhamdulillahirobbil'alamiin
kedua saat diri ini dilanda kegalauan yang amat sangat berat hingga membuat berat badanku turun 5kg (apadeh gak nyambung XD). Buat move on itu sulit dan butuh proses, tapi Qasidah ini menguatkanku bahwa Tuhanku Maha Tahu tentang keadaanku tentang permintaan hatiku, bahkan tanpa kuuraikan dalam doa sekalipun. Allahu Akbar.. Tepat saat aku berusia 19 tahun kemarin, dalam Bulan ramadhan yang suci, permintaan utamaku satu "Tentramkanlah hatiku Yaa Rabb, jangan biarkan dia terombang ambing lagi". Dan ketentraman itu sudah mulai kurasakan saat itu.. Alhamdulillahirobbil'alamiin
segersang apapun hatimu, selemah apapun dayamu, seburuk apapun keadaanmu. Ingatlah, Allah selalu ada untukmu.. :-)
0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)