Recent Posts

Rabu, 14 November 2012

dibalik Negeri Para Bedebah



Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah
Tetapi setidaknya, Kawan.. di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat



well,, Sahabatku.. kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku membabat habis sebuah novel dalam waktu 2 hari. hahaha.. maklumlah, aku bukan tipe orang yang suka membaca tumpukan lembaran cerita fiksi seperti itu, kalaupun disuruh memilih aku lebih memilih untuk menunggu film nya rilis dan menontonnya bareng temen atau siapa lah. Tapi kali ini beda, guys. Entah aku bedakan dari sudut mananya ya yang jelas novel ini "berbeda". hemmm,, mungkin aku ceritakan dulu darimana asal muasal aku dapatkan novel ini yaa, secara seumur - umur aku gak pernah dengan sengaja ke gramedia mencari buku fiksi atau pun novel. Kalaupun mampir ke gramed paling buat nyari buku religi yang nonfiksi atau sekadar baca - baca aja. hehehe

Yap! novel ini berjudul Negeri Para Bedebah karya penulis ternama Darwis Tere Liye. Darimana datangnya novel ini? kita flash back sebentar pada pertengahan bulan Juli,
saat aku masih duduk di semester 4. Beliau, dosen superku yang kemarin sempat kutuliskan dalam beberapa postinganku, sebut saja namanya Pak Awfa. Saat masih mengajar kelasku, beliau sempat berjanji di depan seluruh mata yang memandangnya di ruangan J304 saat itu. 
"Saya akan memberikan hadiah kepada siapa saja diantara kalian yang berhasil mendapatkan nilai kuis paling bagus".
Spontan aku bertanya "Apa Pak hadiahnya?"
"Sebuah buku, novel lebih tepatnya, tapi saya belum bisa memastikan akan memberikannya langsung karena bahkan smpai sekarangpun buku itu masih dalam proses launching"
sejak saat itu aku begitu penasaran, yayaya semua orang pun tau kalau aku ini adalah orang yang sangat mudah penasaran. Dan akhirnya berlangsunglah kuis pada hari itu. Beliau juga pernah berpesan, "mohon maaf kalo janji ini gak bisa saya tepati, karena mungkin saya sudah terbang ke Jepang sebelum bisa bertemu kalian dan memberikan buku tersebut"
It's oke, bukan masalah bagiku siapapun yang nantinya akan berhasil menjadi pemilik buku itu. Kalaupun itu bukan aku, boleh lah kalau aku pinjam semingguan untuk ikut membacanya.. hehehe *ngarep*
akhirnyaa.... kuis sudah terlewati, Ujian Akhir semester 4 pun sudah berhasil kulewati meski harus bersusah payah mengendalikan perasaan yang saat itu sedang galau berat. Libur Ramadhan dan Lebaran pun dilalui dengan cukup baik dengan mendapat berita pengumuman IPK yang lumayan memuaskan. Alhamdulillah..
hingga suatu hari saat aku sedang online di FB tiba-tiba Bapak itu nge-chat aku dengan nada yang terlihat sangat santai, seperti dua orang kawan yang sudah lama tak bertemu lalu bertegur sapa. 
"ini pasti lagi di rumah ya?"
itu kalimat awal pembuka percakapan kita hari itu..
Oke, abaikan soal percakapan itu, anggap saja sebagai prolog untuk memposisikan diriku sekarang. 
Finally, bulan September 2012 lalu, aku tau kabar keberangkatan beliau tertunda seminggu. Dan saat penundaan itulah tanpa sengaja kami bertemu di kanopi saat aku sedang menjaga Stand.
"silakan mampir Pak" aku menyeru
sekali dua kali sepertinya terabaikan, baru ketiga kalinya seruanku itu berhasil membuatnya menoleh
"eh uzi, lagi ngapain? kebetulan ketemu ayo ikut saya"
tanpa basa basi beliau langsung menggiringku menuju ruang Sekre. membiarkanku menunggu cukup lama, 15 menit di ruang tunggu sekre sebelah barat. Melihat lalu lalang pegawai yang saat itu selesai beristirahat.
daaan.. beliau pun datang membawa setumpuk buku berwarna merah (cuma 3 ding.. hehe) meletakkannya di atas meja. 
"ini Zi, kamu masih ingat kan dulu saya pernah janji mau ngasih hadiah kuis?"
aku hanya mengangguk dalam hatiku bergumam, ya jelas ingat lah Pak. orang dulu saya yang paling penasaran.. :-D
"ini ada 3 buku, masing - masing udah ada namanya, 2 buku buat kelas lain dan 1 buku nya buat kamu"
"buat saya Pak? kok?"
"iya buat kamu" 
aku masih tetap dengan wajah kagetku karena aku gak yakin apakah benar aku yang mendapat nilai kuis paling bagus ataukah bukan. hehe.. terlepas dari pikiran itu semua yang jelas aku sangat senang saat menerimanya.
sejak kejadian di Sekre itu, aku keluar membawa 2 amanah buku ini. dan satu buku jadi milikku. pas dibuka, ternyata ada tulisannya dari beliau. Ya, meski kutahu semua buku yang ada di tanganku ini ditulisi dengan tulisan dan kata-kata yang sama persis, tapi entahlah aku jadi sedikit ke-GeEr-an.. hahaha
tulisannya kurang lebih seperti ini,
"perubahan dimulai dari sebuah hal-hal kecil. Setiap perubahan tsb akan menjadi multiplier dalam perubahan besar dlm perjalanan hidup kita. Jadi siapkan diri anda u/ perubahan besar dengan perubahan kecil dari sekarang"
tulisan yang sangat khas dengan gaya tangan beliau di kelas. Dan satu lagi yang membuat takjub adalah, di bagian depan buku itu ada tanda tangan Tere Liye.. whuaaa... kereen.. :-D
Sejarah perolehan novel itu berakhir sudah, saat tanggal 30 September 2012 beliau terbang ke Negeri Sakura. Untuk kali ini aku menjadi sangat sedih, seperti hendak ditinggal pergi jauh oleh sahabat yang baru beberapa waktu kutemui. Hanya sepotong doa lewat pesan singkat saja yang bisa kuhantarkan untuk beliau. "Semoga sukses selalu Pak.. :-)"
***
setelah kurang lebih 2 bulanan buku ini aku diamkan begitu saja menjadi pengisi lemari buku bacaanku, akhirnya kuputuskan untuk mulai membacanya di bulan November. Lembar demi lembar aku buka dan baca dengan penuh perhatian. Baru episode pertama aja udah langsung MakJlebb... adegan Julia mengejar Thomas untuk diwawancarai. Saat Thomas memicingkan sebelah mata melihat kemampuan Julia yang lebih cocok menjadi pembawa acara daripada menjadi juru warta, karena melihat dandanannya yang sangat rapi dan menawan. Saat kubaca hal itu, tak lain yang keluar di benakku hanyalah tentang kemampuan seseorang yang tak bisa dikelabui dengan menariknya penampilan. Disitu aku mulai paham bagaimana seorang Pak Awfa memandang kami (mahasiswa-nya) selama ini..
Episode demi episode aku baca dengan penuh antusias. Tak biasanaya aku baca novel fiksi sesemangat ini, biasanya hanya sekadar scanning atau skimming saja. tapi yang ini beda, rasanya gak rela ada sepotong kalimatpun yang terlewatkan..
Saat itu aku baca di dalam kereta Cireks jurusan Tegal. saat menunggu kereta yang ternyata terlambat datang, pikiranku langsung menuju tas ransel besar yang didalamnya sudah kusiapkan novel itu. Maka mulai kulanjutkan bacaanku di kursi tunggu.. Benar2 seru dan menegangkan.. Amazing.. It's Amazing.. semua topik rasanya sudah lengkap dibahas di dalam novel ini. Ekonomi, politik, drama, Action bahkan psikologi pun ada di dalamnya.. kalo menurutku sih ini sedikit mengusut tentang kasus Bank Century. tentang Ibu Menteri dengan segala idealisme nya, aku kenal betul siapa beliau. Selain itu juga menceritakan tentang skandal tak terduga, konflik keluarga hingga rasa balas dendam. pemeran utamanya adalah Thomas. (dalam bayanganku waktu itu, peran ini lebih cocok dimainkan oleh Jackie Chan :-D)
Begitu lihai nya Thomas mengendalikan situasi yang sangat genting sekalipun, pemikirannya yang sangat cerdas, cerdik dan bertanggung jawab. Begitu banyak pelajaran kehidupan yang bisa diambil dari kebijaksanaan "opa". Pertemuan Thomas dengan Julia yang membuatnya berlarut-larut.. skenario tentang Fernando dan Esmeralda di pinggir jalan tol.. hahaha
Pertarungan berkali-kali untuk bisa lolos dari kejaran aparat polisi. Begitu andalnya si Thomas dalam mengendalikan situasi yang mungkin kita pikir sudah tidak ada celah tapi dia selalu berhasil. wahh,, pokoknya seruuu abis deh.. nyesel kalo sampe gak baca novel ini.. hehehe

SELAMAT MEMBACA... 
*bagi kalian yang kenal sama aku dan belum sempat membelinya, boleh kok kalo mau pinjam ke aku.. :-D


0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.