Recent Posts

Kamis, 11 Desember 2014

SIKLUS BARU



Assalamu’alaikum,,
Hai Sahabat, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali blog ini tak terurus. Maklum saja ya, beberapa bulan belakangan aku tengah disibukkan dengan urusan-urusan kedinasan. Jadi ceritanya Alhamdulillah nih ye, aku dan seluruh teman-teman angkatanku (STANers lulusan 2013) sekarang udah mulai menjalani masa-masa OJT (On the Job Training) semacam magang gitu di berbagai instansi kami masing-masing. Setelah penantian satu tahun lamanya, akhirnyaaa…. *terharu*

Alhamdulillah lagi, aku  dapat penempatan di Direktorat Jenderal Pajak dan dapat jatah magang di KPP Pratama Tegal (sesuai permintaan). Dari sini saja aku sudah merasa beruntung, karena apa? Aku masih bisa magang di daerah sendiri, setidaknya masih bisa berlama-lama di rumah sebelum akhirnya penempatan definitive. Ya meskipun jarak dari rumah ke kantor bisa dibilang lumayan jauh (sekitar 40km) tp sejauh ini belum jadi masalah berarti buatku. Yang jauh lebih penting adalah aku masih bisa pulang ke rumah.
Masa awal-awal mulai bekerja memang tergolong berat.
Empat minggu pertama OJT adalah masa orientasi, dimana masing-masing dari kita diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja. Bagiku pribadi, ini sungguh berat. Bagaimana tidak? Waktuku sebagian besar dihabiskan untuk bekerja di kantor. Walau sudah terjadwal masuknya jam 7.30, tapi aku harus berangkat maksimal jam 6.30 dari rumah. Pulangnya pun jam 18.00-an baru sampai rumah. Hamper 12 jam waktuku di kantor. JIka dibandingkan dengan siklus hidupku pada masa sebelumnya, yang notabene lebih banyak waktu luang, otomatis aku kaget. Sehari terasa begitu sempit dan cepat sekali berlalu tanpa bisa kukontrol apa saja yang sudah kukerjakan. Seberapa manfaat yang bisa kucapai dalam sehari itu. Maka benar apa kata sebuah syair nasyid, “manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu”. Dan aku meyakini betul bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah diatur sesuai dengan kadar dan masanya. Mungkin sudah tiba masaku disibukkan dengan urusan pekerjaan. Jadi, jalani sajalah. Tapi jujur, sampai sekarang pun bisa dibilang aku belum menemukan titik nyaman. Dan tipenya aku ini, kalau belum nyaman, segala gerak jadi terbatas. Maka misi pribadiku adalah bagaimana bisa menyamankan diri dengan keadaan ini.
Semenjak memasuki masa-masa kerja, waktuku beribadah mahdlah jelas berkurang. Bahkan untuk nderes satu juz sehari pun rasanya cukup berat. Belum lagi harus menjaga “buruan” yang sudah didapat. Hmmm… tapi lagi-lagi aku tak ingin mengeluhkan keadaan. Semua sudah diatur sesuai kadar dan masanya. Inilah yang terbaik dari-Nya. Tinggal bagaimana kita bisa menyiasati waktu-waktu yang terasa semakin sempit ini. Satu hal yang tak kalah membuatku sedih adalah waktu untuk ngaji/ta’lim pun berkurang. Seminggu paling hanya bisa sekali saja. Tapi tak mengapa, Alhamdulillah di rumah sudah ada channel TV9 dan Aswaja TV yang setiap harinya pun menayangkan program-program bagus. Meski terhalangi layar kaca, tapi insyaa Allah jika benar-benar diniatkan untuk “golek ilmu” ya nilainya tetap sama. Kalau dipikirulang, ternyata semua memang sudah diatur dengan sebaik-baik scenario-Nya. Sebelum aku mulai bekerja, kok ndilalah Gusti Allah maringi rejeki untuk pasang parabola jadilah ada channel TV yang bermanfaat memfasilitasi aku sekeluarga untuk ta’lim.
Namun ketika sekilas aku mengamati kebiasaan yang ada di kantorku ini, aku mulai merasakan kenyamanan. Setiap kali masuk waktu sholat, adzan selalu berkumandang. Mushola pun cukup ramai. Hal-hal seperti ini yang selalu kuharapkan. Okelah sekarang masih mending karena di daerah Tegal masih kental agama. Lalu bagaimana kalau aku ditempatkan di daerah lain yang belum kukenali lingkungannya. Hmmm wallahu’alam. Semoga di tempat manapun kita nantinya, jati diri sebagai seorang muslim, wabil khusus Nahdliyyin, tidak boleh terhapuskan.
Ya, mungkin itulah sekelumit curahan perasaanku saat melewati masa adaptasi dengan lingkungan baru ini. Belum lagi ketika aku berpikiran, kelak bagaimana kalau sudah berkeluarga ya? Hmmm tentu akan jadi hal yang menguras pikiran. Tapi yasudah lah itu nanti saja, mungkin masih belum masanya. Hehehe
Terlepas dari bagaimana keadaanku sekarang, aku hanya memohon kekuatan lahir batin kepada Tuhan. Semoga dimudahkan dalam menjalani hari-hari di dunia yang hanya sementara ini. 

“Wahai Tuhanku, hamba berlindung kepada-Mu dari keburukan waktu luang yang melenakan dan kesibukan yang melalaikan. Aamiin”

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.