Assalamu’alaikum,,
Hai Sahabat, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali blog ini
tak terurus. Maklum saja ya, beberapa bulan belakangan aku tengah disibukkan
dengan urusan-urusan kedinasan. Jadi ceritanya Alhamdulillah nih ye, aku dan
seluruh teman-teman angkatanku (STANers lulusan 2013) sekarang udah mulai
menjalani masa-masa OJT (On the Job Training) semacam magang gitu di berbagai
instansi kami masing-masing. Setelah penantian satu tahun lamanya, akhirnyaaa….
*terharu*
Alhamdulillah lagi, aku
dapat penempatan di Direktorat Jenderal Pajak dan dapat jatah magang di
KPP Pratama Tegal (sesuai permintaan). Dari sini saja aku sudah merasa
beruntung, karena apa? Aku masih bisa magang di daerah sendiri, setidaknya
masih bisa berlama-lama di rumah sebelum akhirnya penempatan definitive. Ya
meskipun jarak dari rumah ke kantor bisa dibilang lumayan jauh (sekitar 40km)
tp sejauh ini belum jadi masalah berarti buatku. Yang jauh lebih penting adalah
aku masih bisa pulang ke rumah.
Masa awal-awal mulai bekerja memang tergolong berat.
Empat
minggu pertama OJT adalah masa orientasi, dimana masing-masing dari kita diberi
kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja. Bagiku pribadi, ini
sungguh berat. Bagaimana tidak? Waktuku sebagian besar dihabiskan untuk bekerja
di kantor. Walau sudah terjadwal masuknya jam 7.30, tapi aku harus berangkat
maksimal jam 6.30 dari rumah. Pulangnya pun jam 18.00-an baru sampai rumah.
Hamper 12 jam waktuku di kantor. JIka dibandingkan dengan siklus hidupku pada
masa sebelumnya, yang notabene lebih banyak waktu luang, otomatis aku kaget. Sehari
terasa begitu sempit dan cepat sekali berlalu tanpa bisa kukontrol apa saja
yang sudah kukerjakan. Seberapa manfaat yang bisa kucapai dalam sehari itu.
Maka benar apa kata sebuah syair nasyid, “manfaatkan waktu luangmu sebelum
datang waktu sibukmu”. Dan aku meyakini betul bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah diatur sesuai dengan kadar dan masanya. Mungkin sudah tiba masaku
disibukkan dengan urusan pekerjaan. Jadi, jalani sajalah. Tapi jujur, sampai
sekarang pun bisa dibilang aku belum menemukan titik nyaman. Dan tipenya aku
ini, kalau belum nyaman, segala gerak jadi terbatas. Maka misi pribadiku adalah
bagaimana bisa menyamankan diri dengan keadaan ini.
Semenjak memasuki masa-masa kerja, waktuku beribadah mahdlah
jelas berkurang. Bahkan untuk nderes
satu juz sehari pun rasanya cukup berat. Belum lagi harus menjaga “buruan” yang
sudah didapat. Hmmm… tapi lagi-lagi aku tak ingin mengeluhkan keadaan. Semua
sudah diatur sesuai kadar dan masanya. Inilah yang terbaik dari-Nya. Tinggal
bagaimana kita bisa menyiasati waktu-waktu yang terasa semakin sempit ini. Satu
hal yang tak kalah membuatku sedih adalah waktu untuk ngaji/ta’lim pun
berkurang. Seminggu paling hanya bisa sekali saja. Tapi tak mengapa,
Alhamdulillah di rumah sudah ada channel TV9 dan Aswaja TV yang setiap harinya
pun menayangkan program-program bagus. Meski terhalangi layar kaca, tapi insyaa
Allah jika benar-benar diniatkan untuk “golek ilmu” ya nilainya tetap sama. Kalau
dipikirulang, ternyata semua memang sudah diatur dengan sebaik-baik scenario-Nya.
Sebelum aku mulai bekerja, kok ndilalah
Gusti Allah maringi rejeki untuk pasang parabola jadilah ada channel TV yang
bermanfaat memfasilitasi aku sekeluarga untuk ta’lim.
Namun ketika sekilas aku mengamati kebiasaan yang ada di
kantorku ini, aku mulai merasakan kenyamanan. Setiap kali masuk waktu sholat,
adzan selalu berkumandang. Mushola pun cukup ramai. Hal-hal seperti ini yang
selalu kuharapkan. Okelah sekarang masih mending karena di daerah Tegal masih
kental agama. Lalu bagaimana kalau aku ditempatkan di daerah lain yang belum
kukenali lingkungannya. Hmmm wallahu’alam. Semoga di tempat manapun kita
nantinya, jati diri sebagai seorang muslim, wabil khusus Nahdliyyin, tidak
boleh terhapuskan.
Ya, mungkin itulah sekelumit curahan perasaanku saat
melewati masa adaptasi dengan lingkungan baru ini. Belum lagi ketika aku
berpikiran, kelak bagaimana kalau sudah berkeluarga ya? Hmmm tentu akan jadi
hal yang menguras pikiran. Tapi yasudah lah itu nanti saja, mungkin masih belum
masanya. Hehehe
Terlepas dari bagaimana keadaanku sekarang, aku hanya
memohon kekuatan lahir batin kepada Tuhan. Semoga dimudahkan dalam menjalani
hari-hari di dunia yang hanya sementara ini.
“Wahai Tuhanku, hamba berlindung kepada-Mu dari keburukan waktu luang
yang melenakan dan kesibukan yang melalaikan. Aamiin”

0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)