Recent Posts

Sabtu, 12 Oktober 2013

SEPTEMBER!! Bangkit atau tenggelam??


Bulan September lalu menjadi salah satu bulan yang berpengaruh besar dalam perjalanan hidupku. Di bulan itu, Allah mempertemukanku dengan orang-orang HEBAT. Berada di tengah mereka menjadikanku merasa sangat bodoh dan berpikir “Hey Zi, selama ini kamu ngapain??”. Entah pemikiran mereka yang terlalu tinggi atau memang pemikiranku saja yang terlalu cetek hingga rasanya sangat sulit untuk masuk ke dalam pembicaraan mereka. Sangat jelas sekali perbedaan di antara aku dan mereka. Maka timbullah rasa minder dalam diriku. Ya, jujur aku minder berada di tengah mereka.
Semua ini berawal dari hasratku mengikuti sebuah kepanitiaan besar di kampus. Maklum selama 3 tahun kuliah di kampus Ali Wardhana, bisa dibilang aku ini termasuk mahasiswi yang pasif. Selama kuliah hanya 2 kali kepanitiaan di kampus yang aku ikuti. Itu pun setelah aku sudah berhasil melepaskan terlepas dari “belenggu”. Pengalaman baru pun dimulai, menemukan komunitas baru dengan orang-orang baru yang kuharap bisa menumbuhkan semangat dan harapan baru juga untukku.
Semakin hari semakin sering aku berkumpul dan bertemu dengan mereka. Meski yang dibicarakan adalah hal yang berkaitan dengan acara kami namun sering kali ada sentilan sentilun yang rasanya pas ngena di hati. Aku anggap itu sebuah teguran untuk diriku sendiri. Disadari atau tidak, mereka telah sedikit banyak mengubah jalan berpikirku. Meski aku belum bisa menyamai mereka, setidaknya aku jadi lebih mengenali pribadi mereka
Dari mereka juga lah aku kenal dengan orang-orang inspiratif, salah satunya adalah Dr. Muhammad Nasih atau lebih akrab kami panggil Pak Nasih... 


Beliau adalah seorang dosen pasca sarjana di UI jurusan ilmu politik. Beliau juga merupakan dewan penasehat anggota DPR RI. Usianya masih muda namun kiprahnya sudah sangat mengagumkan.  Saat ini beliau tengah menggagas sebuah program bagi kaum wanita karir agar diberikan cuti bersalin selama kurang lebih 9 bulan. Angka ini beliau pertimbangkan dengan program ASI eksklusif yaitu selama 6 bulan. Beliau ingin membuat kebijakan yang nantinya akan mempermudah kaum wanita dalam mengurusi bayinya pasca ia melahirkan. So brilliant!! Semoga apa yang beliau perjuangkan ini bisa berhasil. Aamiin..
Namun terlepas dari kiprah beliau di dunia politik, satu hal yang membuat saya kagum adalah beliau sangat peduli dengan bidang pendidikan. Beliau mempunyai sebuah yayasan pendidikan di Semarang yang ditujukan bagi mereka yang kurang mampu. Beliau juga salah satu pendiri MONAS Institute. Dan terlebih lagi beliau adalah seorang Hafidz. Ya, seorang penghafal Alqur’an. Subhanallah... Memang jika ditelusuri dari latar belakangnya, beliau merupakan buah yang dihasilkan dari bibit-bibit yang sangat unggul. Bagaimana tidak? Kedua orang tuanya adalah penghafal Alqur’an. Maka sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan pun beliau sudah akrab dengan Alqur’an.
Betapa beruntungnya diriku, Allah memberikan kesempatan padaku untuk berguru pada beliau. Pak Nasih menganjurkan kepada kami untuk mau mengkaji dan mempelajari Alqur’an. Tidak hanya dapat membacanya dengan benar saja tetapi juga untuk mengetahui kandungan di dalamnya. Beliau merasa miris melihat fakta yang terjadi bahwa menurut sebuah penelitian, dari seluruh penduduk Indonesia hanya 40% saja yang bisa membaca Alqur’an. Dari 40% itu hanya ada 4% saja yang sudah bisa membaca alqur’an dengan benar sesuai tajwidnya. Dari jumlah itu hanya ada sekitar 0,16% saja yang bisa membaca sekaligus memahami Alqur’an. Well, pertanyaannya adalah kita termasuk yang mana?? Ini renungan untuk diri kita masing-masing...
Pucuk dicinta ulam pun tiba..  Sejak dulu saya ingin sekali belajar Alqur’an sekaligus tafsirnya dan sekarang Allah mempertemukanku dengan beliau. Sungguh tak ada yang kebetulan, semua sudah ada yang mengatur. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Alhamdulillah...
Sudah dua kali pertemuan kami dengan Pak Nasih dalam mempelajari Alqur’an. Mulai dari bagaimana kita mengimani Alqur’an dengan sebenar-benarnya hingga memperbaiki cara membacanya. Pada pertemuan kedua kemarin, Pak Nasih menganjurkan kepada beberapa kawan, termasuk saya, untuk mulai menghafalkan Alqur’an. Diharapkan dalam jangka waktu 3 tahunan sudah bisa khatam (InsyaaLlah). Anjuran ini sekaligus menjadi obat galau yang sangat manjur bagi saya dan seorang kawan saya. Akhir-akhir ini kami berdua digalaukan dengan segala macam urusan yang muncul pasca wisuda nanti. Salah satunya yaitu masalah menikah. Dengan anjuran dan motivasi dari Pak Nasih ini, akhirnya aku memutuskan untuk mencapai targetku untuk menghafal sebelum nantinya melepas masa lajangku. Tak perlu lagi aku galaukan masalah jodoh, sebab ia sudah ditentukan oleh-Nya. Perbaiki dan tingkatkan kualitas diri kita, maka niscaya dia yang nantinya datang juga merupakan orang yang baik dan berkualitas. Hehehe (jadi nyambungnya kesitu kaan :D)
Di bulan September lalu aku merasa telah terlahir kembali. Itulah kenapa aku ingin kembali ke rumah untuk mulai membenahi hidupku di masa yang akan datang. Memutar segala memori ku dulu dan ada bagian yang seharusnya aku hilangkan. Maka di Bulan Oktober ini, selepas aku wisuda nanti, aku berharap bisa lahir sebagai pribadi yang baru yang lebih baik dengan semangat dan harapan baru untuk hidupku nanti. Semoga pertemuanku dengan mereka akan membawa manfaat dan silaturahim dapat tetap terjaga. Aamiin

Sebab hidup adalah harapan, tanpanya kita hanya seonggok mayat yang bernyawa.

Keep on dreaming!!! Jalan hidup masih panjang dan berliku. Banyak waktu untuk berproses dan terus belajar. ALLAH selalu ada bersama kita... Semangaat!!! ^_^




2 komentar:

  1. "Saat ini beliau tengah menggagas sebuah program bagi kaum wanita karir agar diberikan cuti bersalin selama kurang lebih 9 bulan." --> setuju

    "Pak Nasih menganjurkan kepada beberapa kawan, termasuk saya, untuk mulai menghafalkan Alqur’an." --> semangat Uzi, saya juga

    selamat wisuda!!

    BalasHapus
  2. hehehe maturnuwun Mas. Semangat juga! :-)

    BalasHapus

terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)

Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.