Kawan...
yang kau inginkan, belum tentu itu yang terbaik bagimu.. Tapi yang sekarang terjadi dan kau alami, insyaAllah itulah yg terbaik dari-Nya. Jangan menyesali masa lalu, sebab waktumu akan terbuang percuma. Hadapilah masa yg akan datang dgn penuh kesyukuran, sebab mungkin di luar sana ada banyak orang yang tak seberuntung kau. Kawan, percayalah.. Redam ego dan amarahmu, tunaikan restu orang tuamu, maka keberkahan akan kau dapatkan. Teruntuk kawanku, semoga kau membacanya :')
Mungkin Sobat sering mengalami kedilemaan seperti ini. Saat kita punya suatu keinginan namun apa yang kita inginkan itu tak bisa kesampaian. Entah karena tak sejalan dengan keinginan orang tua atau karena alasan lainnya. Tetapi ketahuilah satu hal kawan,
segala yang terjadi dalam hidup kita sudah dituliskan oleh-Nya dalam "buku besar" perjalanan hidup kita. Tentang hal baik yang membuat kita tertawa bahagia atau tentang hal buruk yang membuat tangis kesedihan. Bahkan langkah kaki kita pun tak lepas dari kuasa-Nya. Maka cara terbaik untuk membuat kita tenang dari kedilemaan itu adalah "Narimo ing pandum" istilah jawanya, atau dengan kata lain "Qona'ah" dan Ridho atas segala ketetapan dari-Nya. Selama 3 tahun saya kuliah di STAN hingga menjelang kelulusan saya ini (InsyaAllah bulan Oktober besok, doakan yaa), justru rasa syukur yang mendalam yang saya rasakan sekarang ini. Karena apa??? Mata kuliahnya kah? sistem pendidikannya kah? hmmmm sekali-kali TIDAK! Kampus Ali Wardhana ini jauh lebih luas dibandingkan fokusmu itu. Mata kuliah yang membosankan, segala tugas yang memberatkan ataupun aturan yang menjengkelkan. Itu hanya sekelumit hal yang ada di kampus ini. Apa kau tak pernah melihat tentang lingkungannya? tak melihat tentang keadaan sosial masyarakatnya? Ah, mungkin selama ini fokusmu hanya terkait dengan hal itu itu saja. Kalau saya pribadi justru memilih kuliah di kampus ini dengan merelakan dulu yang di Jogja sana adalah karena lingkungannya. Walhasil, selama ngampus di sini, saya lebih banyak menghabiskan waktu bukan untuk belajar tentang mata kuliahnya, tapi justru belajar tentang "arti hidup" yang sebenarnya.
Kawan,,, pendidikan umum, kuliah, karir, pekerjaan atau apalah itu, jangan pernah kau jadikan sebagai fokus utamamu. Kau tentu tau bukan apa tugas utama manusia diciptakan di dunia ini?? Yap! Hanya beribadah kepada Sang Pencipta. Bagaimana merealisasikannya? Ada banyak cara. Salah satunya adalah dengan merasa RIDHO terhadap ketentuan dan ketetapan-Nya. Seperti halnya yang disebutkan dalam kitab Syarah Al-hikam karangan Ibnu At-thoilah, kurang lebih seperti ini jika saya tuliskan kembali, "Engkau punya keinginan, Allah juga punya keinginan. Dan yang akan terjadi adalah apa yang jadi keinginan-Nya. Sebab keinginanmu itu lebih banyak bercampur dengan nafsu. Maka sungguh Allah lah yang lebih mengetahui mana yang terbaik untukmu"
Well,, kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara. Masalah kita terkait kehidupan akhirat nanti jaaaauuuhh lebih kompleks dibandingkan yang sekarang. Jadi buat apa kita memprotes, menyesali masa lalu? Tak ada gunanya, Kawan. Percuma, hanya buang-buang waktu dan tenagamu saja. Percayalah... segala yang terjadi pada hidupmu sekarang adalah yang terbaik yang Allah berikan. Do the best for your future! Whatever your past, your future is still pure. Teruslah bersemangat..!! jangan biarkan langkahmu beranjak tanpa keridhoan-Nya dan ingatlah bahwa ridho-Nya juga ada pada ridho kedua orang tuamu. Sebesar apapun keinginanmu, iringilah dengan restu mereka. Sebab bisa jadi itu akan membuat langkah hidupmu berkah. Ganbatte kudasai!!
semoga bermanfaat ~~ :-)
Recent Posts
Kamis, 29 Agustus 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Agustina Fauziyah. Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)