![]() |
| berjilbab gak ketinggalan jaman kok :) |
. Terinspirasi dari kisah seorang temanku, membuat aku jadi berpikir ternyata berjilbab itu juga butuh sebuah keberanian ya. Lebih lanjut temanku itu, sebut saja ''Mel'' mengemukakan alasan - alasan kenapa ia belum mengenakan jilbab. Padahal sebenernya dia mengaku sangat ingin memakai jilbab. Pertama, alasannya adalah dia belum siap dengan tanggapan teman - temannya atau orang di sekitarnya saat ia pertama kali mengenakan jilbab. ''nanti dibilang tobat kapan nih?'' atau tanggapan negatif lainnya yang seolah menjadi momok menakutkan buat Mel untuk mengubah penampilannya. Padahal itu semua belum tentu benar karena Mel sendiri belum mencoba nya. Ia hanya terpengaruhi oleh pikiran - pikiran negatif yang mendominasi kepalanya. ''Iya ya Zi, mungkin itu cuma ketakutanku aja''. Dengan tanggapan yang seperti itu sebenarnya dia udah mulai sadar bahwa semua yang dia bayangkan itu tidak benar. Apakah cukup sampai disini lalu dia dengan mudah berjilbab? Ternyata tidak guys, Syetan punya berbagai cara untuk menghalangi kita berbuat baik termasuk berjilbab. Kemudian dia bercerita lagi, ''tapi zi, aku punya temen yang pakai jilbab kalo mau kuliah aja kalo keluar kosan dia juga gak pake jilbab? Berarti kan gk konsisten ya? Aku takut gak konsisten nih'' sambil menghela nafas panjang aku mulai bicara, ''konsisten atau tidaknya itu bergantung pada niatnya''. Ya mungkin di luar sana banyak sekali orang yang berjilbab hanya untuk sekadar menjadi penghias saja, apalagi dengan banyaknya model - model jilbab yang subhanallah (cukup rempong bagiku :-D) cantiknya. Padahal kalau menurut pendapat saya pribadi, Jilbab itu fungsinya untuk menutupi aurat, bukan sebagai penghias baju atau pelengkap mode busana. Dan yang namanya aurat itu adalah sesuatu yang ada pada tubuh kita yang apabila terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya akan menjadikan kita merasa malu. Jadi kalau memang sudah niat berjilbab ya dimanapun selama ada orang yang bukan muhrim kita, harus tetap dikenakan. ''wah, berarti susah juga ya pake jilbab, mesti bener - bener niat dong zi?''. Ya memang iya dong, segala sesuatu kan diawali dengan niat, wudhu sholat puasa juga harus disertai niat kan. ''gimana, masih ragu buat pake jilbab?'' Mel tertawa kecil lalu melanjutkan ceritanya, ''ya kalo buat pake jilbabnya langsung sih kayaknya masih belum siap zi, takut dikira sok alim lah atau gimana, mungkin sekarang mau ngebenerin niat dulu aja deh zi. Hehe''
MasyaAllah... Ternyata sedari tadi yang
kita obrolin itu belum menusuk ke hatinya, ya mungkin karena benar kata Allah,
Hidayah itu adalah hak Allah. Maka beruntunglah mereka yang diberikan petunjuk
dan kemudahan dalam menuju kebaikan. (Alhamdulillah)
Menimpali statement terakhir dari temanku
itu, aku hanya berkata. ''niat itu dilakukan bersamaan dengan ibadah Mel''.
Kita sholat, kapan niatnya? Saat takbirotul ihrom. Kita wudhu, kapan niatnya?
Saat basuhan pertama ke wajah. Itu menandakan bahwa sebenarnya niat itu
dibarengi dengan tindakan. Okelah, mungkin sekarang kamu beralibi ingin
membenarkan niat dulu, istilahnya ''menjilbabi hati dulu'' tapi alangkah lebih
bagus lagi kalau sembari kita menjilbabi hati yang notabene adalah istilah
bathin nya, kita jilbabi juga dhohirnya (aurat). Dengan begitu, kita juga bisa
semakin menjaga diri. Toh, memakai ''jilbab'' itu buanyak sekali manfaatnya
kok. Dalam artian jilbab yang benar ya, artinya yang tidak ketat dan mengundang
syahwat. Salah satu manfaatnya berjilbab itu, melindungi kita dari terik
matahari. Kalau di luar sana orang repot-repot menutupi pake jaket dsb. Kalau
yang udah berjilbab kan tertutup dengan sendirinya. Gak cuma itu aja, manfaat
lainnya juga ada lho. Lebih lanjut InsyaAllah akan dikupas dalam tulisan yang
lain. Hehe
Ya, lagi lagi kembali pada firman Allah
itu. Hidayah adalah hak Allah. Jika ada teman atau saudara kita yang sudah
baligh tapi belum berjilbab, mari kita doakan agar mereka mendapat petunjuk dan
kemudahan dari Allah. Karena berjilbab itu tak hanya sekadar menutup aurat,
tetapi juga butuh keberanian untuk menjaga agama Allah.. Semoga bermanfaat ^_^


0 komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah berkenan membaca.. monggo dikoment.. :-)